Hasil Survei: 85% Gen Z Nilai Kerusakan Lingkungan Ancam Ketahanan Bangsa dan Negara
Rabu, 14 Januari 2026 - 23:52 WIB
Ketua Umum RIMBA, Eko Wiwid, mengungkapkan survei ini juga menemukan adanya pergeseran cara pandang Gen Z terhadap konsep pelestarian lingkungan. Bagi 84,8 persen Gen Z, upaya pelestarian alam dan budaya merupakan bagian dari kepentingan nasional yang harus dilakukan.
Selain itu, sebanyak 84,1% responden juga percaya bahwa perlindungan alam melalui karakterisasi budaya sebagai bentuk tanggung jawab yang harus dibanggakan untuk menimalisir dampak kerusakan lingkungan yang bisa menghancurkan sebuah bangsa dan melemahkan ketahanan negara.
Baca juga: Kementerian LH Siapkan Sanksi Administrasi hingga Pidana untuk Pemda dan Perusahan
“Dari perspektif Gen Z ini, saya rasa para pengambil kebijakan harus dapat memprioritaskan upaya perlindungan alam dan budaya sebagai dasar kebijakannya ke depan. Mulai dari kebijakan di sektor politik, hukum, ekonomi, hingga teknologi dan pertahanan negara,” ujarnya, Rabu, (14/1/2026).
Uniknya, hasil survei juga menunjukkan bahwa 79,3% responden mengaku pernah terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian alam dan budaya, baik melalui aktivitas di lingkungan tempat tinggal maupun melalui kampanye di ruang digital.
Selain itu, sebanyak 84,1% responden juga percaya bahwa perlindungan alam melalui karakterisasi budaya sebagai bentuk tanggung jawab yang harus dibanggakan untuk menimalisir dampak kerusakan lingkungan yang bisa menghancurkan sebuah bangsa dan melemahkan ketahanan negara.
Baca juga: Kementerian LH Siapkan Sanksi Administrasi hingga Pidana untuk Pemda dan Perusahan
“Dari perspektif Gen Z ini, saya rasa para pengambil kebijakan harus dapat memprioritaskan upaya perlindungan alam dan budaya sebagai dasar kebijakannya ke depan. Mulai dari kebijakan di sektor politik, hukum, ekonomi, hingga teknologi dan pertahanan negara,” ujarnya, Rabu, (14/1/2026).
Uniknya, hasil survei juga menunjukkan bahwa 79,3% responden mengaku pernah terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian alam dan budaya, baik melalui aktivitas di lingkungan tempat tinggal maupun melalui kampanye di ruang digital.
Lihat Juga :