Prabowo Kagum Lihat Anak Cleaning Service hingga Ojol Orasi 4 Bahasa Asing

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:26 WIB
Baca juga: Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!

Misalnya M. Kiendra Lian Damarta, yang membawakan orasi bahasa Inggris, merupakan anak ojek online (ojol) dengan penghasilan fluktuatif. Keluarga tinggal menumpang di rumah kerabat. Sekolah Rakyat membuka jalan bagi Kiendra untuk terus menempuh pendidikan menengah atas.

Adapun Muhammad Nazril Kurniawan yang merupakan anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan tidak tetap, Nazila Barqiah Harum yang berasal dari keluarga pedagang kecil dengan pendapatan tidak menentu, dan siswa dari keluarga miskin lainnya.

Momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika siswa Sekolah Rakyat menyampaikan orasi berjudul “Terima Kasih Presiden” dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.

Dalam bahasa Inggris, para siswa membuka pidato dengan menyebut langsung Presiden Prabowo Subianto dan para menteri Kabinet Merah Putih, sembari menegaskan mereka berdiri di hadapan negara bukan sebagai anak-anak paling pintar, dan bukan pula yang paling beruntung, melainkan anak-anak yang akhirnya mendapat kesempatan.

Melalui bahasa Arab, para siswa menyampaikan pesan sederhana namun kuat, bagi mereka, sekolah adalah harapan, dan sekolah adalah masa depan.

Dalam bahasa Mandarin, para siswa menyatakan bahwa melalui Sekolah Rakyat, anak-anak yang sebelumnya hanya bisa bermimpi kini mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.

Sementara dalam bahasa Jepang, para siswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo karena telah peduli pada mereka—anak-anak kecil yang kelak akan menjadi penerus bangsa Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!