Menemukan ‘Permata’ Tersembunyi dalam SDM Kebudayaan lewat Pendekatan Talent DNA
Senin, 12 Januari 2026 - 11:37 WIB
“Motif manusia itu berbeda-beda, cara bergaulnya juga berbeda. Dari situ kita bisa melihat kecenderungan potensi, termasuk siapa yang kuat di seni, matematika, fisika, riset, dan lainnya,” jelasnya.
Pemetaan ini mencakup enam bidang seni, yakni seni pertunjukan, seni rupa, desain, kriya, sastra, serta seni media, film, dan animasi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut positif pemetaan talenta berbasis Talent DNA tersebut. Menurut dia, pemetaan SDM kebudayaan harus dilakukan secara menyeluruh dan sistematis agar dapat menjadi dasar kebijakan pengembangan kebudayaan.
“Kalau ini menjadi program nasional, kita bisa mengetahui bakat terpendam siswa di seluruh Indonesia,” ujar Menbud Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya menempatkan seni setara dalam pembangunan talenta nasional. Pemerintah, lanjutnya, berencana mengembangkan pendekatan STEAM, dengan menambahkan unsur arts ke dalam STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Pemetaan ini mencakup enam bidang seni, yakni seni pertunjukan, seni rupa, desain, kriya, sastra, serta seni media, film, dan animasi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut positif pemetaan talenta berbasis Talent DNA tersebut. Menurut dia, pemetaan SDM kebudayaan harus dilakukan secara menyeluruh dan sistematis agar dapat menjadi dasar kebijakan pengembangan kebudayaan.
“Kalau ini menjadi program nasional, kita bisa mengetahui bakat terpendam siswa di seluruh Indonesia,” ujar Menbud Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya menempatkan seni setara dalam pembangunan talenta nasional. Pemerintah, lanjutnya, berencana mengembangkan pendekatan STEAM, dengan menambahkan unsur arts ke dalam STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Lihat Juga :