Menemukan ‘Permata’ Tersembunyi dalam SDM Kebudayaan lewat Pendekatan Talent DNA
Senin, 12 Januari 2026 - 11:37 WIB
Selain itu, Menbud Fadli menyoroti pentingnya pengakuan terhadap kompetensi non-akademik. Menurutnya, banyak maestro dan pelaku budaya yang keahliannya terbentuk melalui pengalaman panjang, bukan semata jalur pendidikan formal.
“Ada orang yang sekolahnya tidak tinggi, tapi sudah sangat mahir di bidangnya. Itu juga bentuk kompetensi yang harus kita hargai,” katanya.
Kementerian Kebudayaan terus berupaya untuk membangun sistem manajemen talenta kebudayaan berbasis data, berorientasi pada potensi, serta mendukung pembinaan seni yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ke depan, hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pembinaan kebudayaan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat pusat maupun daerah
“Ada orang yang sekolahnya tidak tinggi, tapi sudah sangat mahir di bidangnya. Itu juga bentuk kompetensi yang harus kita hargai,” katanya.
Kementerian Kebudayaan terus berupaya untuk membangun sistem manajemen talenta kebudayaan berbasis data, berorientasi pada potensi, serta mendukung pembinaan seni yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ke depan, hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pembinaan kebudayaan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat pusat maupun daerah
(unt)
Lihat Juga :