Kenaikan Tiket Masuk MNI Menurunkan Kepercayaan Publik ke Pengelola
Selasa, 06 Januari 2026 - 16:17 WIB
“Hal ini berpotensi melanggar regulasi, melemahkan akuntabilitas BLU, dan merusak legitimasi kebijakan publik, karena telah mengabaikan merit system, transparansi proses, dan kepatuhan hukum,” ujar Hafiz, Selasa (6/1/2026).
Menurut Hafiz, munculnya polemik kenaikan harga tiket masuk MNI disebabkan adanya ketidakcakapan orang-orang pengelola MNI yang membuat kebijakan tidak efektif, kinerja institusi menurun, dan kepercayaan publik akan melemah.
Hafiz mengungkapkan, bila saja keputusan besaran kenaikan harga tiket masuk MNI sampai dua kali lipat diterapkan terbuka kajian pertimbangannya maka tidak akan terjadi kegaduhan.
“Tapi keputusan yang cacat prosedur dan tertutup dapat dikategorikan bertentangan dengan asas legalitas, akuntabilitas, dan kepentingan publik,” ucap Hafiz.
Baca juga: 63 Brigjen TNI Dimutasi pada Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Praktisi hukum dari MFN & Partners, Arif Siriah, mengungkapkan bila perlu ditelusuri mendalam dulu apakah ada penyalahgunaan wewenang jabatan dari keputusan menaikkan harga tiket masuk MNI.
Menurut Hafiz, munculnya polemik kenaikan harga tiket masuk MNI disebabkan adanya ketidakcakapan orang-orang pengelola MNI yang membuat kebijakan tidak efektif, kinerja institusi menurun, dan kepercayaan publik akan melemah.
Hafiz mengungkapkan, bila saja keputusan besaran kenaikan harga tiket masuk MNI sampai dua kali lipat diterapkan terbuka kajian pertimbangannya maka tidak akan terjadi kegaduhan.
“Tapi keputusan yang cacat prosedur dan tertutup dapat dikategorikan bertentangan dengan asas legalitas, akuntabilitas, dan kepentingan publik,” ucap Hafiz.
Baca juga: 63 Brigjen TNI Dimutasi pada Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Praktisi hukum dari MFN & Partners, Arif Siriah, mengungkapkan bila perlu ditelusuri mendalam dulu apakah ada penyalahgunaan wewenang jabatan dari keputusan menaikkan harga tiket masuk MNI.
Lihat Juga :