Gus Yahya Ajak Rais Aam PBNU Gelar Muktamar Bersama
Rabu, 24 Desember 2025 - 19:26 WIB
"Terlepas dari semua dinamika yang telah terjadi, saya tidak ingin perpecahan ini berlarut-larut dan merusak rumah besar kita, Nahdlatul Ulama. Energi kita terlalu berharga untuk dihabiskan dalam perselisihan," ujarnya.
Baca juga: Menag Tak Anggap PBNU Tengah Berpolemik: Lagi Panen Pembengkakan Kualitas
Oleh karena itu, Gus Yahya mengajak semua pihak termasuk dirinya, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Secara khusus, dia juga mengajak Rais Aam untuk menyiapkan Muktamar PBNU sebagai jalan keluar menyelesaikan masalah PBNU.
"Mari kita bersama-sama dalam semangat musyawarah menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
Gus Yahya juga menjelaskan bahwa permintaannya untuk melakukan islah dengan Rais Aam PBNU, KH Miftahul Achyar belum mendapat respons hingga saat ini.
Permintaan islah itu, kata dia, sebagai tindaklanjut atas hasil Musyawarah Kubro di Lirboyo pada Minggu (21/12/2025) lalu, yang memintanya sebagai Ketua Umum untuk melakukan proses islah dengan Rais Aam PBNU.
Baca juga: Menag Tak Anggap PBNU Tengah Berpolemik: Lagi Panen Pembengkakan Kualitas
Oleh karena itu, Gus Yahya mengajak semua pihak termasuk dirinya, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Secara khusus, dia juga mengajak Rais Aam untuk menyiapkan Muktamar PBNU sebagai jalan keluar menyelesaikan masalah PBNU.
"Mari kita bersama-sama dalam semangat musyawarah menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
Ajakan Islah Tak Direspons
Gus Yahya juga menjelaskan bahwa permintaannya untuk melakukan islah dengan Rais Aam PBNU, KH Miftahul Achyar belum mendapat respons hingga saat ini.
Permintaan islah itu, kata dia, sebagai tindaklanjut atas hasil Musyawarah Kubro di Lirboyo pada Minggu (21/12/2025) lalu, yang memintanya sebagai Ketua Umum untuk melakukan proses islah dengan Rais Aam PBNU.
Lihat Juga :