Gus Yahya Ajak Rais Aam PBNU Gelar Muktamar Bersama

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:26 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengajak rais Aam PBNU, KH Miftahul Achyar untuk menyiapkan forum Muktamar PBNU bersama-sama. Foto/Felldy Asyla Utama
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengajak rais Aam PBNU, KH Miftahul Achyar untuk menyiapkan forum Muktamar PBNU bersama-sama. Hal ini menjadi salah satu poin pernyataan balasan atas surat Tabayun Rais Aam bertajuk 'Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan'.

Dalam pernyataan balasannya, Gus Yahya awalnya menegaskan bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah di Hotel Aston pada 20 November lalu, dan seluruh keputusannya, termasuk penetapan pejabat ketua umum, merupakan tindakan yang tidak memiliki dasar dan bertentangan dengan AD/ART PBNU. Sehingga keputusan itu batal demi hukum.



Baca juga: Bahtsul Masail DIY: Islah dan Kedaulatan Muktamar Jadi Kunci Penyelesaian Konflik PBNU



"Oleh karena itu, sebagai mandataris utama yang bertanggung jawab untuk menjaga konstitusi jama'iyyah, saya menolak keputusan tersebut dan seluruh produk lanjutannya, bukan karena kepentingan pribadi, melainkan demi menjaga marwah dan tatanan organisasi yang kita warisi dari para muassis," kata Yahya membacakan surat balasan tersebut dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Selanjutnya, Gus Yahya juga menegaskan kembali dalam surat balasan itu bahwa dirinya tidak ingin adanya perpecahan di tubuh PBNU yang berlarut-larut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!