Perayaan Natal Nasional 2025: Merawat Kebhinekaan dan Moderasi lewat Keteladanan

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:49 WIB
Oleh karenanya, Jimmy melanjutkan, perlunya menjaga nilai-nilai luhur toleransi dan kearifan lokal Indonesia. Ia menekankan bahwa moderasi beragama sejatinya tidak cukup hanya ditanamkan lewat teori di atas kertas maupun pelatihan-pelatihan formal, melainkan diteladani dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

“Moderasi beragama ditanamkan terutama melalui teladan hidup: sikap menghargai perbedaan, bahasa yang penuh kasih, serta kebiasaan berdialog secara terbuka dan penuh hormat,” ungkap mantan Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI ini.

Menurut Jimmy, benteng pertahanan terbaik melawan radikalisme dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat. Pendidikan karakter melalui contoh nyata di lingkungan keluarga adalah kunci.

“Ketika anak-anak melihat orang tua hidup dalam kasih, keterbukaan, dan tanggung jawab sosial, mereka akan tumbuh dengan iman yang dewasa. Mereka akan beragama secara dewasa, inklusif, substantif, serta tidak mudah terjerumus pada sikap intoleran,” seru Jimmy.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Marga Mulya Yogyakarta ini mendorong terciptanya perayaan Natal 2025 yang harmonis dan damai, tak perlu diperdebatkan. Masyarakat harus semakin dewasa dalam menyikapi dalam berbagai polemik. Jangan sampai mudah diprovokasi apalagi diadu domba. Jimmy percaya bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar bukan hanya secara ekonomi dan politik, tetapi juga besar dalam welas asih, keadilan, dan perdamaian.

“Harus terus berjuang dan semakin dewasa dalam iman, demokrasi, kemanusiaan, dan mewujudkan pemulihan seluruh ciptaan-Nya yang mengalami beragam krisis maupun ancaman,” tegas Jimmy.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!