Perayaan Natal Nasional 2025: Merawat Kebhinekaan dan Moderasi lewat Keteladanan

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:49 WIB
Dalam perspektif iman Kristen, Jimmy mengatakan, perbedaan itu sebuah keniscayaan. Ibarat satu tubuh namun banyak anggota tubuhnya. Bhinneka Tunggal Ika sendiri dapat dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang memperkaya kehidupan bangsa. Oleh karena itu, perbedaan bukanlah ancaman, melainkan karunia dan kekayaan yang menuntut tanggung jawab untuk saling menjaga, merawat, dan memberdayakannya.

“Ini menjadi momentum rohani untuk menegaskan bahwa perbedaan dapat dirayakan dalam kasih, dialog, dan kerja sama demi kebaikan bersama serta kemajuan bangsa dan negara, hingga berkontribusi untuk perdamaian dunia,” kata Jimmy.

Baca juga: Kapolri Pimpin Apel Kebangsaan Banser, Perkuat Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026



Instruktur Nasional Moderasi Beragama ini mengungkapkan Natal bukan sekadar peristiwa liturgis dan rutin yang dirayakan di ruang gereja atau peribadahan yang bercampur perayaan. Melainkan sebuah peristiwa iman yang hadir secara relevan dan signifikan di tengah kehidupan sosial.

Terlebih, di tengah bencana yang melanda Indonesia, semangat Natal dapat memulihkan relasi, meringankan penderitaan dan membangun harapan bersama.

“Natal menjadi ruang perjumpaan ilahi dan sosial, di mana kasih Allah diterjemahkan dalam kepedulian, solidaritas, serta kehadiran nyata bagi sesama, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, golongan, maupun status sosial-ekonomi,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!