Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Senin, 22 Desember 2025 - 19:56 WIB
“Pangan lokal merupakan hasil dari trajektori sejarah panjang, mulai dari masa pemburu-peramu, pertanian awal, sistem agraris kerajaan, hingga masuknya sistem pangan kolonial dan industri modern. Semua fase itu membentuk cara masyarakat mengenal dan memaknai makanan,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Dari sisi riset, Kepala Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dwinita Wikan Utami menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan pangan lokal. “Pengembangan pangan lokal hanya bisa optimal jika peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat bekerja bersama. Hasil riset harus diterjemahkan menjadi praktik bermanfaat,” katanya.
Akademisi dan pakar entomologi Dadan Hindayana menyoroti potensi serangga sebagai sumber protein alternatif di masa depan. “Serangga unggul dari sisi kandungan protein dan efisiensi produksi dibandingkan ternak konvensional. Ini membuka peluang besar sebagai sumber protein masa depan,” ujarnya.
Dari sisi riset, Kepala Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dwinita Wikan Utami menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan pangan lokal. “Pengembangan pangan lokal hanya bisa optimal jika peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat bekerja bersama. Hasil riset harus diterjemahkan menjadi praktik bermanfaat,” katanya.
Akademisi dan pakar entomologi Dadan Hindayana menyoroti potensi serangga sebagai sumber protein alternatif di masa depan. “Serangga unggul dari sisi kandungan protein dan efisiensi produksi dibandingkan ternak konvensional. Ini membuka peluang besar sebagai sumber protein masa depan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :