Kemenhub Gandeng Kemlu dan Tripatra Tekan Pencemaran Udara

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:48 WIB
Baca juga: 33 Ribu Kuota Mudik Gratis Kemenhub Tersedia saat Nataru 2025/2026, Begini Cara Daftarnya

Lukman menambahkan keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. “Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Luar Negeri serta kontribusi teknis dari Tripatra dan IPOSS. Upaya lintas institusi ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam memperjuangkan posisi nasional di forum internasional," ucapnya.

Proses pengajuan POME yang dimulai sejak November 2024 mencakup pengumpulan data lapangan pada pabrik kelapa sawit, penyusunan working paper untuk ICAO Working Group 5, serta diskusi teknis dengan berbagai negara anggota.

POME diajukan sebagai residu proses pengolahan sawit yang tidak memiliki beban Indirect Land Use Change (ILUC), sehingga dinilai memenuhi kriteria keberlanjutan ICAO untuk jalur HEFA.

Setelah proses evaluasi teknis selama satu tahun, dengan melalui perbandingan dengan studi akademik dari Hasselt University dan verifikasi oleh Joint Research Centre (JRC), POME memperoleh nilai LCA sebesar 18,1 gCO₂e/MJ, yang menunjukkan emisi lebih rendah dibandingkan avtur konvensional.

Nilai ini selanjutnya dapat digunakan sebagai default value dalam skema Corsia bagi produsen SAF di seluruh dunia.

President Director & CEO Tripatra Raymond Rasfuldi mengatakan, limbah cair industri kelapa sawit yang selama ini berpotensi menghasilkan emisi metana juga dapat dikonversi menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan SAF dengan emisi lebih rendah, seperti telah diakui oleh ICAO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!