KH Cholil Nafis: Konflik PBNU Terkait Penetrasi Zionis, Tambang Cuma Persepsi di Luar
Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:41 WIB
Kiai Cholil menyebut Rais Aam sedianya telah memperingatkan Gus Yahya untuk mengundang tokoh Islam kontemporer yang tenang dari Timur Tengah. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh Gus Yahya.
"Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari Zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah. Itu tidak dilakukan," sambung dia.
Selain masalah ini, tata kelola keorganisasian di bawah kepemimpinan Gus Yahya juga dinilai bermasalah. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut harmoni dalam kepengurusan PBNU kurang berjalan.
Baca juga: Kiai Zulfa Mustofa Pilih Gelar Konsolidasi Pengurus Ketimbang Hadiri Rapat Pleno Gus Yahya
"Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang harusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi," tutur dia.
"Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari Zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah. Itu tidak dilakukan," sambung dia.
Selain masalah ini, tata kelola keorganisasian di bawah kepemimpinan Gus Yahya juga dinilai bermasalah. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut harmoni dalam kepengurusan PBNU kurang berjalan.
Baca juga: Kiai Zulfa Mustofa Pilih Gelar Konsolidasi Pengurus Ketimbang Hadiri Rapat Pleno Gus Yahya
"Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang harusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi," tutur dia.
Lihat Juga :