Gun Gun Heryanto: Pemerintah Harus Punya Protokol Komunikasi Bencana

Jum'at, 12 Desember 2025 - 16:12 WIB
Gun Gun menambahkan, dalam protokol komunikasi bencana itu, antara lain ada narasi, siapa juru bicara yang akan menyampaikan informasi atau narasi yang sudah disiapkan, kemudian apa yang boleh dan tidak boleh disampaikan saat memberi keterangan. Selain itu, penting juga memperhatikan siapa audiens dari informasi yang akan diberikan.

"Ini semua terkait dengan tata kelola dari komunikasi publik, karena kalau tanpa itu, maka akan terjadi blunder-blunder dari mereka yang mewakili komunikasi pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Sumut usai Lawatan dari Rusia-Pakistan, Kembali Tinjau Wilayah Bencana

Menurut Gun Gun, dalam penyampaian informasi bencana tersebut, selain news value, juga harus ada Communication of Privacy Management (CPM). "Mana yang boleh dibuka ke publik, mana yang tidak boleh dibuka. Contoh misalnya angka yang belum pasti, itu nggak boleh dibuka dulu. Tapi, kalau sudah pasti, baru diumumkan ke publik," katanya.

Gun Gun mengatakan, kecepatan dan ketepatan dalam membuka data juga penting. "Bukan cepat misalnya listrik akan nyala 97 persen, tapi ketepatannya nggak ada. Atau misalnya mau menaikkan bantuan di kabupaten dan provinsi, harus ditunjang juga konsistensi atas data. Spokesperson itu harus memverifikasi apa yang dimaui presiden dengan kesiapan konsistensi di lapangan, baru kemudian ada niat baik pemerintah untuk menyampaikan dengan data terukur, dia tidak boleh asbun," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!