Anak Cucu Pendiri NU Hadiri Rapat Pleno PBNU
Selasa, 09 Desember 2025 - 23:15 WIB
Dalam sambutannya saat membuka rapat pleno, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa syuriyah merupakan pemegang otoritas tertinggi NU. Maka supremasi ini perlu dipertegas pada rapat pleno. "Penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja walaupun masih ada keberatan-keberatan dari tanfidziyah," tegasnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Hadir Rapat Pleno PBNU, Langsung Disambut Gus Ipul
KH Miftachul Akhyar menambahkan, rapat pleno bakal menguraikan beberapa hal secara kronologis terkait kejadian-kejadian belakangan ini di lingkup PBNU. "Oleh karena ini sebagai mukadimah, pada malam ini ada acara agenda rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka acara rapat pleno pada malam ini, hari Selasa malam Rabu jam 20.53 WIB kami nyatakan bisa dimulai," katanya.
Usai resmi membuka Rapat Pleno PBNU, KH Miftachul Akhyar langsung menyerahkan pimpinan sidang ke Rais Syuriyah PBNU Prof M Nuh.
Rapat Pleno PBNU digelar untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum. Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, keputusan tersebut juga menyatakan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Hadir Rapat Pleno PBNU, Langsung Disambut Gus Ipul
KH Miftachul Akhyar menambahkan, rapat pleno bakal menguraikan beberapa hal secara kronologis terkait kejadian-kejadian belakangan ini di lingkup PBNU. "Oleh karena ini sebagai mukadimah, pada malam ini ada acara agenda rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka acara rapat pleno pada malam ini, hari Selasa malam Rabu jam 20.53 WIB kami nyatakan bisa dimulai," katanya.
Usai resmi membuka Rapat Pleno PBNU, KH Miftachul Akhyar langsung menyerahkan pimpinan sidang ke Rais Syuriyah PBNU Prof M Nuh.
Rapat Pleno PBNU digelar untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum. Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, keputusan tersebut juga menyatakan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.
(cip)
Lihat Juga :