Anak Cucu Pendiri NU Hadiri Rapat Pleno PBNU
Selasa, 09 Desember 2025 - 23:15 WIB
loading...
KH Ubaidillah Ruchiyat, KH Mustofa Aqil Sirodj, KH Hasib Wahab Chasbullah, pengasuh ponpes Tambakberas, KH Abdul Hakim Mahfudz pengasuh ponpes Tebuireng, KH Anwar Iskandar, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, Prof Muhammad Nuh, Ny Hj Mahfudzah Waha
A
A
A
JAKARTA - Para pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziah serta serta para keturunan pendiri NU menghadiri rapat Pleno PBNU yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Rapat ini mengagendakan keputusan penting yaitu menunjuk Pj Ketua Umum PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya.
Rapat pleno dibuka dengan rangkaian doa bersama atau istighasah untuk para korban bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Tampak hadir dalam pertemuan ini Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, Prof Mohammad Nuh dan Cholil Nafis (rais syuriyah PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan KH Hasib Wahab.
Baca juga: Rais Aam KH Miftachul Akhyar Pimpin Rapat Pleno PBNU, Dihadiri Khofifah hingga Gus Ipul
Terlihat pula KH Musthofa Aqil Siroj, KH Ubaidillah Ruhiat, Khofifah Indar Parawansa, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dan Habib Luthfi bin Ahmad Alattas.
Di antara deretan pengurus teras PBNU di atas, hadir juga para dzuriah atau keturunan pendiri NU, antara lain:
1. Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Putri KH Wahab Hasbullah
2. Mohammad Hasib Wahab Chasbullah, Putra KH Wahab Hasbullah
3. KH Abdul Hakim Mahfudz Cucu Hadratussyech Hasyim Asari
4. Saifullah Yusuf, Cicit KH Bisri Syansuri
Selain itu hadir Rais Syuriah PBNU Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A dan Sekjen Kemenag sekaligus Ketum ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA.
Dalam sambutannya saat membuka rapat pleno, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa syuriyah merupakan pemegang otoritas tertinggi NU. Maka supremasi ini perlu dipertegas pada rapat pleno. "Penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja walaupun masih ada keberatan-keberatan dari tanfidziyah," tegasnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Hadir Rapat Pleno PBNU, Langsung Disambut Gus Ipul
KH Miftachul Akhyar menambahkan, rapat pleno bakal menguraikan beberapa hal secara kronologis terkait kejadian-kejadian belakangan ini di lingkup PBNU. "Oleh karena ini sebagai mukadimah, pada malam ini ada acara agenda rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka acara rapat pleno pada malam ini, hari Selasa malam Rabu jam 20.53 WIB kami nyatakan bisa dimulai," katanya.
Usai resmi membuka Rapat Pleno PBNU, KH Miftachul Akhyar langsung menyerahkan pimpinan sidang ke Rais Syuriyah PBNU Prof M Nuh.
Rapat Pleno PBNU digelar untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum. Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, keputusan tersebut juga menyatakan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.
Rapat pleno dibuka dengan rangkaian doa bersama atau istighasah untuk para korban bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Tampak hadir dalam pertemuan ini Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, Prof Mohammad Nuh dan Cholil Nafis (rais syuriyah PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan KH Hasib Wahab.
Baca juga: Rais Aam KH Miftachul Akhyar Pimpin Rapat Pleno PBNU, Dihadiri Khofifah hingga Gus Ipul
Terlihat pula KH Musthofa Aqil Siroj, KH Ubaidillah Ruhiat, Khofifah Indar Parawansa, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dan Habib Luthfi bin Ahmad Alattas.
Di antara deretan pengurus teras PBNU di atas, hadir juga para dzuriah atau keturunan pendiri NU, antara lain:
1. Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Putri KH Wahab Hasbullah
2. Mohammad Hasib Wahab Chasbullah, Putra KH Wahab Hasbullah
3. KH Abdul Hakim Mahfudz Cucu Hadratussyech Hasyim Asari
4. Saifullah Yusuf, Cicit KH Bisri Syansuri
Selain itu hadir Rais Syuriah PBNU Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A dan Sekjen Kemenag sekaligus Ketum ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA.
Dalam sambutannya saat membuka rapat pleno, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa syuriyah merupakan pemegang otoritas tertinggi NU. Maka supremasi ini perlu dipertegas pada rapat pleno. "Penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja walaupun masih ada keberatan-keberatan dari tanfidziyah," tegasnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Hadir Rapat Pleno PBNU, Langsung Disambut Gus Ipul
KH Miftachul Akhyar menambahkan, rapat pleno bakal menguraikan beberapa hal secara kronologis terkait kejadian-kejadian belakangan ini di lingkup PBNU. "Oleh karena ini sebagai mukadimah, pada malam ini ada acara agenda rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka acara rapat pleno pada malam ini, hari Selasa malam Rabu jam 20.53 WIB kami nyatakan bisa dimulai," katanya.
Usai resmi membuka Rapat Pleno PBNU, KH Miftachul Akhyar langsung menyerahkan pimpinan sidang ke Rais Syuriyah PBNU Prof M Nuh.
Rapat Pleno PBNU digelar untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum. Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, keputusan tersebut juga menyatakan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.
(cip)
Lihat Juga :