Banjir Sumatera Dipicu Siklon Tropis Ekstrem, Pakar Tanah IPB: Bukan Sawit
Senin, 08 Desember 2025 - 09:26 WIB
CPO dapat dengan mudah diolah menjadi bahan bakar mesin, menjadikan sawit komoditas energi yang sangat strategis. Agar manfaat ekonomi sawit tetap besar namun ramah lingkungan, pengelolaannya harus dimulai dari penentuan lahan yang tepat—hanya di APL (areal penggunaan lain), bukan di kawasan hutan. Selain itu diperlukan pemilihan bibit unggul, teknik pemeliharaan yang baik, pengendalian erosi, penggunaan pupuk ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah yang benar.
Basuki menekankan besarnya peran industri kelapa sawit terhadap ekonomi nasional. “Berapa juta orang yang hidup dari sawit? Dampaknya sangat besar,” ujarnya. Selain itu, program seperti biodiesel B40 yang didukung Dana BPDP memberikan manfaat luas bagi rakyat melalui distribusi biosolar. Baca juga: 2 Bibit Siklon 93W dan 91S Terdeteksi di Dekat Indonesia, Waspada Hujan Lebat-Gelombang Tinggi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia memiliki anugerah besar berupa kelapa sawit yang berlimpah. Sawit memiliki potensi sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) apabila terjadi krisis energi dunia. ”Kondisi dunia tidak sedang baik-baik, dimana-mana ada perang. Jika terjadi perang berlanjut di Eropa, dampaknya ke kita. Maka dari awal saya katakan bahwa kita harus swasembada pangan, swasembada energi,” kata Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Prabowo menuturkan sawit menyimpan potensi sebagai menjadi solusi strategis untuk mengatasi potensi krisis energi global karena bisa diolah menjadi BBM. Prabowo mengatakan setiap kali menginstruksikan pengembangan B50 dan B60, banyak ekonom yang menyampaikan berbagai komentar. Kepala Negara mengingatkan, kalau teknologi tidak siap dan pabrik pengolahan tidak siap, Indonesia yang akan merasakan dampaknya.
Basuki menekankan besarnya peran industri kelapa sawit terhadap ekonomi nasional. “Berapa juta orang yang hidup dari sawit? Dampaknya sangat besar,” ujarnya. Selain itu, program seperti biodiesel B40 yang didukung Dana BPDP memberikan manfaat luas bagi rakyat melalui distribusi biosolar. Baca juga: 2 Bibit Siklon 93W dan 91S Terdeteksi di Dekat Indonesia, Waspada Hujan Lebat-Gelombang Tinggi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia memiliki anugerah besar berupa kelapa sawit yang berlimpah. Sawit memiliki potensi sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) apabila terjadi krisis energi dunia. ”Kondisi dunia tidak sedang baik-baik, dimana-mana ada perang. Jika terjadi perang berlanjut di Eropa, dampaknya ke kita. Maka dari awal saya katakan bahwa kita harus swasembada pangan, swasembada energi,” kata Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Prabowo menuturkan sawit menyimpan potensi sebagai menjadi solusi strategis untuk mengatasi potensi krisis energi global karena bisa diolah menjadi BBM. Prabowo mengatakan setiap kali menginstruksikan pengembangan B50 dan B60, banyak ekonom yang menyampaikan berbagai komentar. Kepala Negara mengingatkan, kalau teknologi tidak siap dan pabrik pengolahan tidak siap, Indonesia yang akan merasakan dampaknya.
(poe)
Lihat Juga :