Belajar dari India, Polri Diminta Perketat SOP di Dapur SPPG
Kamis, 13 November 2025 - 19:27 WIB
Dia mengusulkan beberapa protokol penting dalam hal pelaksanaan Program MBG ini di antaranya; Sekolah harus mencatat siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Sebelum pemberian makanan, harus dikonfirmasi dulu potensi alergi. Guru-guru harus dilatih mengenali gejala dan respons cepat jika ada masalah kesehatan. Prosedur cuci tangan dan penanganan darurat harus diajarkan dengan jelas.
"Jika perlu tambahan suplemen makanan untuk anak-anak seperti vitamin yang fungsinya untuk menekan angka stunting," ujarnya.
Baca juga: Kapolri dan Ketua Komisi IV Tinjau SPPG di Karanganyar Jateng
Data terbaru menunjukkan program ini telah menjangkau 29,6 juta penerima manfaat, dengan 9.406 dapur SPPG beroperasi di 514 kabupaten/kota. Yang lebih mengesankan, model SPPG yang dikelola Polri berhasil mencatat tingkat keamanan pangan 99,1% dengan waktu distribusi rata-rata hanya 2,3 jam.
Dia juga menekankan pentingnya pengelolaan narasi publik untuk Program MBG yang menyentuh 80 juta anak dan lebih dari 100 juta orang tua. "SPPG Polri ini menjadi contoh bagi SPPG lainnya, kemudian menjadi pembimbing setelahnya posisi Polri bisa menjadi pengawas," katanya.
"Jika perlu tambahan suplemen makanan untuk anak-anak seperti vitamin yang fungsinya untuk menekan angka stunting," ujarnya.
Baca juga: Kapolri dan Ketua Komisi IV Tinjau SPPG di Karanganyar Jateng
Data terbaru menunjukkan program ini telah menjangkau 29,6 juta penerima manfaat, dengan 9.406 dapur SPPG beroperasi di 514 kabupaten/kota. Yang lebih mengesankan, model SPPG yang dikelola Polri berhasil mencatat tingkat keamanan pangan 99,1% dengan waktu distribusi rata-rata hanya 2,3 jam.
Dia juga menekankan pentingnya pengelolaan narasi publik untuk Program MBG yang menyentuh 80 juta anak dan lebih dari 100 juta orang tua. "SPPG Polri ini menjadi contoh bagi SPPG lainnya, kemudian menjadi pembimbing setelahnya posisi Polri bisa menjadi pengawas," katanya.
Lihat Juga :