Rencana Ketum Projo Budi Arie Gabung Gerindra Ditolak Tidar
Sabtu, 08 November 2025 - 12:10 WIB
Rocky menegaskan, Gerindra bukan partai yang dibangun dari kekuasaan, tetapi dari semangat pengorbanan dan kesetiaan kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa banyak kader telah berjuang sejak masa-masa sulit, dan semangat itu harus tetap dijaga.
"Kami menolak Ketua Projo itu. Kami dibesarkan dalam semangat pengorbanan. Kami berjuang ketika partai masih kecil, ketika spanduk kami disobek, dan suara kami dihitung dengan air mata. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa mereka yang datang ke rumah ini juga siap berjuang, bukan sekadar menumpang nama besar Pak Prabowo," tegasnya.
Rocky berpandangan, Gerindra selalu terbuka bagi siapa pun yang datang dengan semangat perjuangan yang sama, tetapi bukan bagi mereka yang hanya mencari tempat di bawah bayang-bayang kekuasaan.
Lagi pula, menurutnya, Budi Arie dan gerbong Projo tetap bisa mendukung langkah keberhasilan Presiden Prabowo tanpa perlu masuk Gerindra. "Kami membuka pintu bagi siapa pun yang datang dengan semangat yang sama. Tapi pintu itu bukan terbuka untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk perjuangan bersama. Karena Gerindra bukan sekadar tempat menumpang kekuasaan. Gerindra adalah rumah perjuangan."
Rocky pun menjelaskan pentingnya kaderisasi agar setiap kader memiliki pemahaman, tanggung jawab, dan loyalitas yang kuat terhadap organisasi. Ia mencontohkan, di Tidar setiap kader wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan berjenjang, dari Diklat Tunas 1 hingga Tunas 4, sebagai proses pematangan ideologis dan penguatan nilai-nilai perjuangan.
"Tidar menekankan pentingnya proses. Kami ingin memastikan setiap kader yang tumbuh di Gerindra melalui pembinaan yang terukur, disiplin, dan memiliki komitmen ideologis yang jelas. Itulah cara kami menjaga marwah perjuangan," pungkas Rocky. Rakhmatulloh
"Kami menolak Ketua Projo itu. Kami dibesarkan dalam semangat pengorbanan. Kami berjuang ketika partai masih kecil, ketika spanduk kami disobek, dan suara kami dihitung dengan air mata. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa mereka yang datang ke rumah ini juga siap berjuang, bukan sekadar menumpang nama besar Pak Prabowo," tegasnya.
Rocky berpandangan, Gerindra selalu terbuka bagi siapa pun yang datang dengan semangat perjuangan yang sama, tetapi bukan bagi mereka yang hanya mencari tempat di bawah bayang-bayang kekuasaan.
Lagi pula, menurutnya, Budi Arie dan gerbong Projo tetap bisa mendukung langkah keberhasilan Presiden Prabowo tanpa perlu masuk Gerindra. "Kami membuka pintu bagi siapa pun yang datang dengan semangat yang sama. Tapi pintu itu bukan terbuka untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk perjuangan bersama. Karena Gerindra bukan sekadar tempat menumpang kekuasaan. Gerindra adalah rumah perjuangan."
Rocky pun menjelaskan pentingnya kaderisasi agar setiap kader memiliki pemahaman, tanggung jawab, dan loyalitas yang kuat terhadap organisasi. Ia mencontohkan, di Tidar setiap kader wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan berjenjang, dari Diklat Tunas 1 hingga Tunas 4, sebagai proses pematangan ideologis dan penguatan nilai-nilai perjuangan.
"Tidar menekankan pentingnya proses. Kami ingin memastikan setiap kader yang tumbuh di Gerindra melalui pembinaan yang terukur, disiplin, dan memiliki komitmen ideologis yang jelas. Itulah cara kami menjaga marwah perjuangan," pungkas Rocky. Rakhmatulloh
(zik)
Lihat Juga :