Rencana Ketum Projo Budi Arie Gabung Gerindra Ditolak Tidar

Sabtu, 08 November 2025 - 12:10 WIB
loading...
Rencana Ketum Projo...
Budi Arie Setiadi. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Keinginan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bergabung ke Partai Gerindra tampaknya tidak berjalan mulus. Sebab, ada penolakan dari organisasi sayap kader muda Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar).

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (PP Tidar) Rocky Candra menganggap niat Budi Arie bergabung menuai reaksi negatif di internal organisasinya. Budi Arie disebut tidak layak masuk Gerindra.

"Kami menghormati siapa pun yang ingin berjuang bersama. Tapi Partai Gerindra bukan tempat persinggahan bagi mereka yang baru datang ketika langit politik sedang cerah," ujar Rocky, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, kegelisahan yang muncul di kalangan kader muda bukan bentuk penolakan terhadap individu, melainkan upaya menjaga kemurnian arah perjuangan partai agar tidak bergeser dari cita-cita awal.

Baca Juga: Budi Arie Ngaku Bakal Gabung Partai Gerindra

"Sebagian besar dari kami generasi muda Gerindra tidak alergi terhadap keterbukaan. Gerindra selalu percaya pada semangat rekonsiliasi dan kebangsaan yang luas. Tapi ada garis yang tidak boleh dilanggar. Partai ini dibangun dengan idealisme, bukan oportunisme," tegasnya mewakili kader Tidar di 38 provinsi se-Indonesia dan 9 negara.

Rocky menilai, langkah Budi Arie yang sebelumnya dikenal sebagai pimpinan relawan pendukung presiden petahana, harus dilihat secara hati-hati agar tidak mengaburkan arah perjuangan partai.
Rencana Ketum Projo Budi Arie Gabung Gerindra Ditolak Tidar

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (PP Tidar) Rocky Candra. Foto/Istimewa

Aspirasi kader Tidar saat ini, tegas Rocky, menolak jika Budi Arie masuk Gerindra. Dia mengingatkan bahwa sejarah politik Indonesia menunjukkan banyak partai besar melemah bukan karena serangan dari luar, melainkan karena infiltrasi dari dalam.

"Banyak partai besar yang tumbang bukan karena diserang lawan, tapi karena dipecah dari dalam. Kami tidak ingin Gerindra mengulangi kesalahan itu," ujarnya.

Meski begitu, Rocky menegaskan bahwa seluruh kader tetap percaya pada kebijaksanaan Ketua Umum Prabowo Subianto dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam menentukan arah politik partai. Menurutnya, keputusan DPP selalu berorientasi pada kepentingan bangsa dan menjaga keutuhan partai.

"Pak Prabowo selalu mengajarkan kami berpikir jernih, berani berkata benar, dan tidak lupa pada akar perjuangan. Kami yakin beliau arif dan tahu siapa yang datang dengan niat tulus, dan siapa yang datang dengan niat mengambil kesempatan," ujar anggota DPR RI asal Jambi itu.

Rocky menegaskan, Gerindra bukan partai yang dibangun dari kekuasaan, tetapi dari semangat pengorbanan dan kesetiaan kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa banyak kader telah berjuang sejak masa-masa sulit, dan semangat itu harus tetap dijaga.

"Kami menolak Ketua Projo itu. Kami dibesarkan dalam semangat pengorbanan. Kami berjuang ketika partai masih kecil, ketika spanduk kami disobek, dan suara kami dihitung dengan air mata. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa mereka yang datang ke rumah ini juga siap berjuang, bukan sekadar menumpang nama besar Pak Prabowo," tegasnya.



Rocky berpandangan, Gerindra selalu terbuka bagi siapa pun yang datang dengan semangat perjuangan yang sama, tetapi bukan bagi mereka yang hanya mencari tempat di bawah bayang-bayang kekuasaan.

Lagi pula, menurutnya, Budi Arie dan gerbong Projo tetap bisa mendukung langkah keberhasilan Presiden Prabowo tanpa perlu masuk Gerindra. "Kami membuka pintu bagi siapa pun yang datang dengan semangat yang sama. Tapi pintu itu bukan terbuka untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk perjuangan bersama. Karena Gerindra bukan sekadar tempat menumpang kekuasaan. Gerindra adalah rumah perjuangan."

Rocky pun menjelaskan pentingnya kaderisasi agar setiap kader memiliki pemahaman, tanggung jawab, dan loyalitas yang kuat terhadap organisasi. Ia mencontohkan, di Tidar setiap kader wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan berjenjang, dari Diklat Tunas 1 hingga Tunas 4, sebagai proses pematangan ideologis dan penguatan nilai-nilai perjuangan.

"Tidar menekankan pentingnya proses. Kami ingin memastikan setiap kader yang tumbuh di Gerindra melalui pembinaan yang terukur, disiplin, dan memiliki komitmen ideologis yang jelas. Itulah cara kami menjaga marwah perjuangan," pungkas Rocky. Rakhmatulloh
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Habiburokhman Kritik...
Habiburokhman Kritik Dino Patti Djalal: Sok Paling Kemlu Sendiri Sedunia
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Gerindra Harap Lawatan...
Gerindra Harap Lawatan Prabowo ke Prancis Tak Dipolitisasi
TIDAR Desak Pembenahan...
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Buntut Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta
Disanksi Imbas Merokok...
Disanksi Imbas Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal, Mohon Maaf
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Gerindra Panggil Anggota...
Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Bahas Stunting
Rekomendasi
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
Terungkap Rencana Rahasia...
Terungkap Rencana Rahasia Golden Dome, Perisai Rudal Canggih AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved