Anies: Kepemimpinan Harus Berangkat dari Ide
Senin, 03 November 2025 - 17:46 WIB
"Pendidikan tinggi kehilangan maknanya ketika hanya melatih keterampilan kerja tanpa menumbuhkan kesadaran. Karena bangsa ini tidak hanya butuh tenaga kerja, tapi juga pemikir yang berani, jujur, dan adil. Seperti pesan Bung Hatta, kalau pikiran kita merdeka, keputusan kita akan adil. Dan dari situlah masa depan Indonesia dimulai," ujar Anies.
Sementara, Gerakan Rakyat, ormas yang menjadikan Anies sebagai tokoh inspiratif, menolak penilaian bahwa kritikan Anies terhadap pemerintah cenderung emosional dan tak substantif. Diketahui, pernyataan Anies Baswedan yang menyindir pemerintahan semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi dinilai cenderung emosional dan tak substantif oleh Direktur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama.
Diberitakan SindoNews, Sandri Rumanama menilai pernyataan Anies Baswedan soal komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih bukan berdasarkan kompetensi, tapi koneksi itu cenderung emosional dan tidak substantif. "Saya rasa kritikan beliau terkesan emosional dan tidak substantif, namanya juga jabatan politik ya harus memiliki koneksi politiklah, tapi yang saya lihat sudah profesional kok komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih yang tidak profesional jabatan yang mana," katanya, Senin (3/11/2025).
Merespons hal tersebut, anggota Dewan Pakar Gerakan Rakyat Nandang Sutisna menilai pernyataan Sandri Rumanama bukanlah tanggapan berbasis fakta, melainkan pembelaan emosional.
Baca Juga: Aktivis Nilai Kritik Anies ke Prabowo-Gibran Cenderung Emosional dan Tak Subtantif
Nandang mengatakan, kritik Anies terhadap kabinet gemuk dan lemahnya kompetensi pejabat sangat relevan. Apalagi, komposisi kabinet sebagian besar berasal dari partai politik. "Dengan komposisi seperti itu, wajar publik mempertanyakan apakah kabinet ini dibangun untuk melayani rakyat atau dominan akomodasi politik," kata Nandang, Senin (3/11/2025).
Sementara, Gerakan Rakyat, ormas yang menjadikan Anies sebagai tokoh inspiratif, menolak penilaian bahwa kritikan Anies terhadap pemerintah cenderung emosional dan tak substantif. Diketahui, pernyataan Anies Baswedan yang menyindir pemerintahan semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi dinilai cenderung emosional dan tak substantif oleh Direktur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama.
Diberitakan SindoNews, Sandri Rumanama menilai pernyataan Anies Baswedan soal komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih bukan berdasarkan kompetensi, tapi koneksi itu cenderung emosional dan tidak substantif. "Saya rasa kritikan beliau terkesan emosional dan tidak substantif, namanya juga jabatan politik ya harus memiliki koneksi politiklah, tapi yang saya lihat sudah profesional kok komposisi jabatan pada Kabinet Merah Putih yang tidak profesional jabatan yang mana," katanya, Senin (3/11/2025).
Merespons hal tersebut, anggota Dewan Pakar Gerakan Rakyat Nandang Sutisna menilai pernyataan Sandri Rumanama bukanlah tanggapan berbasis fakta, melainkan pembelaan emosional.
Baca Juga: Aktivis Nilai Kritik Anies ke Prabowo-Gibran Cenderung Emosional dan Tak Subtantif
Nandang mengatakan, kritik Anies terhadap kabinet gemuk dan lemahnya kompetensi pejabat sangat relevan. Apalagi, komposisi kabinet sebagian besar berasal dari partai politik. "Dengan komposisi seperti itu, wajar publik mempertanyakan apakah kabinet ini dibangun untuk melayani rakyat atau dominan akomodasi politik," kata Nandang, Senin (3/11/2025).
Lihat Juga :