Kemenbud Luncurkan Budaya Go!, Titik Temu Kebudayaan dan Teknologi Digital

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 22:36 WIB
“Teknologi bukan sekadar alat bantu melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri. Dia harus menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan masa depan, tanpa menghilangkan makna dan nilai tradisinya,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Basuki mencontohkan dunia wayang dan keris, dua warisan budaya yang mampu bertahan karena selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Wayang tidak pernah mati karena terus menemukan bentuk baru. Begitu juga keris. Saya mencoba mendokumentasikannya lewat film pendek, digitalisasi, dan sertifikat digital agar lebih mudah diakses generasi muda. Itulah wujud bagaimana teknologi memperkuat nilai budaya,” jelasnya.

Pelaku budaya harus mampu menempatkan teknologi secara proporsional baik dalam proses kreatif maupun dalam menjaga autentisitas. “Kebudayaan yang kuat adalah kebudayaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan identitasnya,” katanya.

Basuki juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pelaku budaya, inovator digital, dan akademisi. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dunia kebudayaan harus menggandeng dunia teknologi, karena sinergi inilah yang akan melahirkan inovasi dan memperluas jangkauan budaya Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Dalam perspektif dunia teknologi, Shinta Dhanuwardoyo menambahkan bahwa kemajuan teknologi justru membuka ruang baru bagi budaya untuk berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!