Bonatua Ungkap Alasan Butuh Salinan Data Primer Ijazah Jokowi lewat ANRI yang Berujung Gugatan ke KIP
Senin, 13 Oktober 2025 - 21:49 WIB
"Izin, saya penelitian Scopus. Kelebihan peneliti Scopus ini dalam hal uji data bahwa uji data saya itu harus terverifikasi dan tervalidasi," ujarnya.
"Di mana lembaga-lembaga yang paling terverifikasi di sini adalah ANRI. Setelah itu KPU mengingat statis story dari dokumen sekarang data yang saya butuhkan seharusnya posisinya sudah berpindah ke ANRI sudah statis, maka dokumen primer itu seharusnya sudah di tangan ANRI," lanjut Bonatua.
Dikarenakan ANRI tak bisa memberikan dokumen ijazah Jokowi, maka penelitiannya kini belum sempurna. Sebab, dokumen ijazah yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja tidak cukup mendukung penelitiannya.
"Akibatnya, data saya sekarang menjadi data hampa secara penelitian, karena apa, yang menyerahkan KPU. KPU itu menyerahkan fotokopi, sementara saya butuh data primer dari ANRI," kata Bonatua.
Dalam persidangan itu, majelis juga menanyakan kerugian yang dia alami akibat tak mendapat dokumen dari ANRI.
"Kemungkinkan besar jurnal akan menolak artikel saya," jawab Bonatua.
"Di mana lembaga-lembaga yang paling terverifikasi di sini adalah ANRI. Setelah itu KPU mengingat statis story dari dokumen sekarang data yang saya butuhkan seharusnya posisinya sudah berpindah ke ANRI sudah statis, maka dokumen primer itu seharusnya sudah di tangan ANRI," lanjut Bonatua.
Dikarenakan ANRI tak bisa memberikan dokumen ijazah Jokowi, maka penelitiannya kini belum sempurna. Sebab, dokumen ijazah yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja tidak cukup mendukung penelitiannya.
"Akibatnya, data saya sekarang menjadi data hampa secara penelitian, karena apa, yang menyerahkan KPU. KPU itu menyerahkan fotokopi, sementara saya butuh data primer dari ANRI," kata Bonatua.
Dalam persidangan itu, majelis juga menanyakan kerugian yang dia alami akibat tak mendapat dokumen dari ANRI.
"Kemungkinkan besar jurnal akan menolak artikel saya," jawab Bonatua.
Lihat Juga :