Menghadapi Ancaman Non-militer dan Hibrida: Urgensi Strategi Nasional yang Komprehensif
Rabu, 08 Oktober 2025 - 13:24 WIB
TNI-Polri perlu memiliki unit khusus untuk menghadapi ancaman siber, perang informasi, dan taktik non-konvensional lainnya.
Kesiapsiagaan sipil juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan literasi dan ketahanan digital.
3. Kolaborasi Regional dan Internasional:
Memperkuat kerja sama di tingkat ASEAN dan forum multilateral untuk berbagi informasi intelijen dan teknologi keamanan.
Sinergi Nasional: Pilar Ketahanan Bangsa
Optimalisasi sinergi antar lembaga dan sektor adalah kunci utama. Ini mencakup:
Koordinasi antarkementerian/lembaga melalui badan khusus atau komando terpadu untuk menangani ancaman nonkonvensional.
Integrasi peran TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil dalam sistem deteksi dan respons dini.
Pelibatan sektor nonpemerintah—akademisi, industri, media, dan komunitas digital—dalam menciptakan ekosistem ketahanan nasional yang resilien dan partisipatif.
Penutup
Ancaman terhadap Indonesia di abad ke-21 tidak lagi berbentuk invasi militer, melainkan infiltrasi ideologi, serangan siber, manipulasi informasi, dan tekanan ekonomi. Dalam menghadapi ancaman ini, kita tidak hanya membutuhkan kekuatan tempur, tapi juga kekuatan berpikir, kekuatan sinergi, dan ketahanan kolektif.
Waktunya Indonesia membangun strategi pertahanan yang tidak hanya kuat di medan perang, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perang tanpa bentuk
Kesiapsiagaan sipil juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan literasi dan ketahanan digital.
3. Kolaborasi Regional dan Internasional:
Memperkuat kerja sama di tingkat ASEAN dan forum multilateral untuk berbagi informasi intelijen dan teknologi keamanan.
Sinergi Nasional: Pilar Ketahanan Bangsa
Optimalisasi sinergi antar lembaga dan sektor adalah kunci utama. Ini mencakup:
Koordinasi antarkementerian/lembaga melalui badan khusus atau komando terpadu untuk menangani ancaman nonkonvensional.
Integrasi peran TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil dalam sistem deteksi dan respons dini.
Pelibatan sektor nonpemerintah—akademisi, industri, media, dan komunitas digital—dalam menciptakan ekosistem ketahanan nasional yang resilien dan partisipatif.
Penutup
Ancaman terhadap Indonesia di abad ke-21 tidak lagi berbentuk invasi militer, melainkan infiltrasi ideologi, serangan siber, manipulasi informasi, dan tekanan ekonomi. Dalam menghadapi ancaman ini, kita tidak hanya membutuhkan kekuatan tempur, tapi juga kekuatan berpikir, kekuatan sinergi, dan ketahanan kolektif.
Waktunya Indonesia membangun strategi pertahanan yang tidak hanya kuat di medan perang, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perang tanpa bentuk
(cip)
Lihat Juga :