Pengamat Intelijen Pastikan Intelsus Rajawali Bukan Pasukan Khusus BIN
Minggu, 13 September 2020 - 09:52 WIB
”Seharusnya kita bangga siswa STIN memiliki soft skill yang hebat. Siswa STIN pantas dan harus memiliki keterampilan seperti bela diri, siber, termasuk keahlian forecasting dan lain sebagainya. Keahlian seperti ini diperlukan kelak ketika mereka terjun di lapangan. Hal ini menunjukan intelijen kita tidak kalah dengan 11 Badan Intelijen terbaik dunia seperti MI6, CIA, GRU, DGSE, ISI, Mossad, CSIS, BND, ASIS, R&AW dan MSS China yang hebat,” kata Nuning.
Apalagi, akan ada kedeputian baru yang membidangi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Nuning, kedeputian baru ini juga harus memiliki tenaga-tenaga ahli di bidang psikiatri dan psikologi forensik yang paham tentang ilmu perilaku atau profilling, sosiolog yang memahami perilaku sosial aparatur negara. ”Pro kontra yang muncul terkait pasukan Radjawali semoga bisa menjadikan BIN semakin kuat dan profesional,” ucapnya.
Nuning menyebut, negara tangguh bila Intelijennya kuat. ”Era Kepemimpinan Jendral Pol (P) Prof. Budi Gunawan banyak kemajuan dicapai terutama pengembangan SDM dan tekhnologinya,” tegasnya.
Apalagi, akan ada kedeputian baru yang membidangi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Nuning, kedeputian baru ini juga harus memiliki tenaga-tenaga ahli di bidang psikiatri dan psikologi forensik yang paham tentang ilmu perilaku atau profilling, sosiolog yang memahami perilaku sosial aparatur negara. ”Pro kontra yang muncul terkait pasukan Radjawali semoga bisa menjadikan BIN semakin kuat dan profesional,” ucapnya.
Nuning menyebut, negara tangguh bila Intelijennya kuat. ”Era Kepemimpinan Jendral Pol (P) Prof. Budi Gunawan banyak kemajuan dicapai terutama pengembangan SDM dan tekhnologinya,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :