LAN Jalin Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi Koperasi Merah Putih

Selasa, 23 September 2025 - 20:36 WIB
Program KDKMP menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa/kelurahan hingga tahun 2030 yang mampu menjadi aggregator, akselerator, dan konsolidator UMKM berbasis nilai kekeluargaan dan gotong royong. Pemerintah optimistis langkah ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Guna menciptakan tata kelola yang kuat dan bersinergi, dalam PEN kali ini banyak didapatkan masukan dari sektor pelaku usaha yang diwakili Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Potensi Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Sharmila Yahya. Dia menggarisbawahi KDKMP dapat menjadi tulang punggung perekonomian jika diberikan porsi sebagai penyalur bahan baku retail kepada usaha kecil menengah di masyarakat.

Sumber daya anggaran yang diberikan kepada KDKMP sebaiknya digunakan untuk membekali KDKMP dengan modal produksi bukan membiayai operasional. “Sangat penting untuk membekali SDM koperasi dengan pengetahuan memadai melalui pelatihan yang diberikan secara sinergi dengan materi komprehensif terkait semua aspek, bukan materi yang berjalan sendiri-sendiri,” kata Sharmila.

Selain itu, dia juga menggarisbawahi pentingnya melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan potensi masing-masing desa/kelurahan.

Direktur Utama PT Rajawali Nusindo-ID Food Wahyu Sakti Priyonggo juga menyampaikan kolaborasi apik antara pemerintah, pelaku usaha, dan BUMN produsen barang retail menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan pengentasan kemiskinan melalui KDKMP. Keberhasilan KDKMP bukan hanya tanggung jawap pemerintah, namun seluruh elemen termasuk sektor usaha.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!