Denny JA Sebut Peran Generasi Rentan di Balik Aksi Protes
Senin, 15 September 2025 - 14:44 WIB
Baca juga: Prabowo Ingatkan Aparat Tak Boleh Bertindak di Luar Koridor Hukum
Freelancer digital, kata Denny JA, menghadapi kompetisi global dengan upah di bawah standar kelayakan. Sementara, Content creator kecil hidup dalam ketidakpastian view, like, dan monetisasi.
“Generasi Rentan ini berbeda dengan proletariat klasik di era industri. Mereka tidak memiliki identitas kelas yang kokoh, tetapi justru itulah yang membuat keresahan mereka mudah meledak,” jelasnya, Senin (15/9/2025).
Kerentanan generasi rentan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga psikologis dan politik. Mereka hidup dalam kecemasan harian: apakah hari ini ada order, apakah besok ada kontrak, apakah bulan depan masih bisa bayar cicilan.
Secara politik, Generasi Rentan mudah dimobilisasi. Solidaritas mereka tampak ketika pengemudi ojol bergerak bersama menuntut keadilan. Namun, kerentanan ini juga berbahaya apabila tidak ditangani dan bisa berubah menjadi kerusuhan massal, sebagaimana terlihat dalam gelombang protes 2025.
Freelancer digital, kata Denny JA, menghadapi kompetisi global dengan upah di bawah standar kelayakan. Sementara, Content creator kecil hidup dalam ketidakpastian view, like, dan monetisasi.
“Generasi Rentan ini berbeda dengan proletariat klasik di era industri. Mereka tidak memiliki identitas kelas yang kokoh, tetapi justru itulah yang membuat keresahan mereka mudah meledak,” jelasnya, Senin (15/9/2025).
Kerentanan generasi rentan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga psikologis dan politik. Mereka hidup dalam kecemasan harian: apakah hari ini ada order, apakah besok ada kontrak, apakah bulan depan masih bisa bayar cicilan.
Secara politik, Generasi Rentan mudah dimobilisasi. Solidaritas mereka tampak ketika pengemudi ojol bergerak bersama menuntut keadilan. Namun, kerentanan ini juga berbahaya apabila tidak ditangani dan bisa berubah menjadi kerusuhan massal, sebagaimana terlihat dalam gelombang protes 2025.
Lihat Juga :