Menteri LH Dorong Integrasi Program Gizi dan Pengelolaan Lingkungan di Bali
Minggu, 14 September 2025 - 14:57 WIB
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq berinteraksi langsung dengan tim SPPG Polda di Bali. Foto: Ist
DENPASAR - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya sinergi antara pemenuhan gizi dan perlindungan lingkungan saat meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda di Denpasar, Bali, Sabtu (13/9/2025). Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
SPPG Polda saat ini mampu menyediakan 3.577 porsi makanan setiap hari bagi sembilan penerima manfaat, mulai dari posyandu hingga sekolah menengah atas. Program ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dan telah menerapkan langkah ramah lingkungan antara lain penggunaan wadah makanan guna ulang, pembatasan plastik sekali pakai, serta pengurangan menu yang berpotensi menghasilkan sampah organik.
Baca juga: Video Program MBG dan Kopdes Merah Putih Muncul di Bioskop, Istana: Hal yang Lumrah
Hanif mengatakan, integrasi pengelolaan sampah dan limbah dalam layanan gizi harus menjadi standar utama. “Ada dua hal pokok yang harus kita tangani yakni sampah padat dan limbah domestik. Potensi sampah dari layanan ribuan orang per hari bisa sangat besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menjadi beban lingkungan,” katanya.
SPPG Polda saat ini mampu menyediakan 3.577 porsi makanan setiap hari bagi sembilan penerima manfaat, mulai dari posyandu hingga sekolah menengah atas. Program ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dan telah menerapkan langkah ramah lingkungan antara lain penggunaan wadah makanan guna ulang, pembatasan plastik sekali pakai, serta pengurangan menu yang berpotensi menghasilkan sampah organik.
Baca juga: Video Program MBG dan Kopdes Merah Putih Muncul di Bioskop, Istana: Hal yang Lumrah
Hanif mengatakan, integrasi pengelolaan sampah dan limbah dalam layanan gizi harus menjadi standar utama. “Ada dua hal pokok yang harus kita tangani yakni sampah padat dan limbah domestik. Potensi sampah dari layanan ribuan orang per hari bisa sangat besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menjadi beban lingkungan,” katanya.
Lihat Juga :