Wali Kota Semarang Kukuhkan FPRB 2025–2028 untuk Kesiapsiagaan Musim Hujan
Kamis, 11 September 2025 - 20:47 WIB
“Simulasi lapangan ini bukan sekadar seremoni. Kita ingin memastikan seluruh armada, personel, dan sarana prasarana betul-betul siap digunakan saat kondisi darurat. Latihan seperti ini penting untuk melatih koordinasi lintas instansi, sehingga ketika bencana terjadi, kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terukur,” lanjut Agustina.
Menutup sambutannya, Wali kota mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen bersama “Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat, Semarang Semakin Tangguh. Semua Terlibat, Semua Selamat,” pungkas wali kota.
Dengan kesiapsiagaan terpadu ini, Pemkot Semarang optimis mampu meminimalkan risiko sekaligus mempercepat pemulihan bila terjadi bencana, sehingga masyarakat tetap terlindungi dan kota tetap tangguh menghadapi tantangan alam.
Sebagai informasi, apel gladi lapang kali ini melibatkan berbagai instansi dengan total ratusan personel. BPBD Kota Semarang menurunkan 75 anggota dengan peralatan lengkap mulai dari truk, mobil ATV, perahu karet, hingga peralatan selam. TNI dan Polri juga mengerahkan pasukan, termasuk armada SAR, truk rescue, serta unit Brimob.
Tidak hanya itu, Dinas Pemadam Kebakaran menyiagakan armada pemadam, Dinas Kesehatan menurunkan ambulans beserta tenaga medis, sementara PMI Kota Semarang menghadirkan tim lengkap dengan perahu karet. Berbagai organisasi relawan kebencanaan juga turut serta, mulai dari Tagana, MDMC, LPBI, hingga komunitas pemuda peduli bencana.
Menutup sambutannya, Wali kota mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen bersama “Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat, Semarang Semakin Tangguh. Semua Terlibat, Semua Selamat,” pungkas wali kota.
Dengan kesiapsiagaan terpadu ini, Pemkot Semarang optimis mampu meminimalkan risiko sekaligus mempercepat pemulihan bila terjadi bencana, sehingga masyarakat tetap terlindungi dan kota tetap tangguh menghadapi tantangan alam.
Sebagai informasi, apel gladi lapang kali ini melibatkan berbagai instansi dengan total ratusan personel. BPBD Kota Semarang menurunkan 75 anggota dengan peralatan lengkap mulai dari truk, mobil ATV, perahu karet, hingga peralatan selam. TNI dan Polri juga mengerahkan pasukan, termasuk armada SAR, truk rescue, serta unit Brimob.
Tidak hanya itu, Dinas Pemadam Kebakaran menyiagakan armada pemadam, Dinas Kesehatan menurunkan ambulans beserta tenaga medis, sementara PMI Kota Semarang menghadirkan tim lengkap dengan perahu karet. Berbagai organisasi relawan kebencanaan juga turut serta, mulai dari Tagana, MDMC, LPBI, hingga komunitas pemuda peduli bencana.
(unt)
Lihat Juga :