Kejagung Dinilai Perlu Dalami Hubungan Nadiem dengan Investasi Google

Rabu, 10 September 2025 - 14:23 WIB
“Bukan pada saat menjadi menteri, tapi sebelumnya. Pertanyaannya kan sebelum itu (pengadaan laptop Chromebook) mungkin sudah terindikasi akan dijadikan menteri. Nah siapa itu yang menjanjikan?” kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini.

Baca juga: Nadiem Tersangka Pengadaan Laptop, Hotman Paris: Tak Ada Kecurigaan BPKP soal Penentuan Harga

Hibnu menduga ada relasi kuasa ke atas, yang memunculkan proyek pengadaan laptop chromebook yang bermasalah. Apakah berarti mens rea (niat jahat) ada dalam kasus Nadiem Makarim? Menurut Hibnu, kemungkinan ada mens rea-nya.

“Makanya kalau kemarin Nadiem mengatakan akan memberi keterangan yang sejujur-jujurnya bahwa ia tidak bersalah, nah mungkin itu, ada relasi kuasa yang membuat Nadiem tidak mampu menolak dan hanya menjalankan apa yang sudah diputuskan relasi kuasa di atasnya,” jelas Hibnu.

Dalam kasus Nadiem ini, Hibnu juga menyayangkan dugaan tidak dilibatkannya lembaga pengadaan di Kemendikbudristek. “Seolah-olah jadi menteri langsung stafsus-stafsus. Ini kan roda kelembagaan yang tidak berjalan,” imbuhnya.

Baca juga: Paradoks Laptop Murah: Mengapa Chromebook yang Merajai Sekolah Negara Maju Justru Melukai Pendidikan di Indonesia?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!