Reshuffle Menteri Keuangan: Perbedaan Visi Ekonomi hingga Respons Pasar
Selasa, 09 September 2025 - 11:13 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa telah dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Foto/Aldhi Chandra dan Instagram Sri Mulyani
JAKARTA - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina sekaligus Ekonom INDEF Ariyo Irhamna merespons reshuffle kabinet utamanya terhadap jabatan Menteri Keuangan (Menkeu). Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu menggantikan Sri Mulyani Indrawati (SMI).
Menurut Ariyo, pergantian ini mencerminkan penyesuaian arah kebijakan ekonomi nasional, khususnya terkait penguatan peran negara dalam pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan inklusif.
Baca juga: Budi Arie hingga Karding Kena Reshuffle, Dejokowinisasi Sedang Berlangsung
Sejak awal, kata dia, terdapat perbedaan ideologis yang cukup jelas antara Menteri Keuangan sebelumnya dengan Presiden. Ariyo melihat Sri Mulyani Indrawati cenderung menekankan prinsip peran pemerintah yang minim dalam ekonomi, menyerahkan sebagian besar dinamika pada mekanisme pasar.
“Sementara Presiden Prabowo Subianto mendorong peran aktif dan optimal pemerintah melalui instrumen fiskal strategis, pembiayaan, dan penguatan BUMN. Pergantian ini menjadi langkah konsisten untuk memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Reshuffle Kabinet Jadi Pembelajaran Politik, Menteri Diingatkan Jangan Main-main dengan Mandat Rakyat
Menurut Ariyo, pergantian ini mencerminkan penyesuaian arah kebijakan ekonomi nasional, khususnya terkait penguatan peran negara dalam pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan inklusif.
Baca juga: Budi Arie hingga Karding Kena Reshuffle, Dejokowinisasi Sedang Berlangsung
Perbedaan Visi Ekonomi: SMI vs Presiden
Sejak awal, kata dia, terdapat perbedaan ideologis yang cukup jelas antara Menteri Keuangan sebelumnya dengan Presiden. Ariyo melihat Sri Mulyani Indrawati cenderung menekankan prinsip peran pemerintah yang minim dalam ekonomi, menyerahkan sebagian besar dinamika pada mekanisme pasar.
“Sementara Presiden Prabowo Subianto mendorong peran aktif dan optimal pemerintah melalui instrumen fiskal strategis, pembiayaan, dan penguatan BUMN. Pergantian ini menjadi langkah konsisten untuk memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Reshuffle Kabinet Jadi Pembelajaran Politik, Menteri Diingatkan Jangan Main-main dengan Mandat Rakyat
Lihat Juga :