dr Muhammad Fadel Yudawa Resmi Terpilih sebagai Direktur LKMI
Sabtu, 06 September 2025 - 14:41 WIB
Dalam keseluruhan tahapan tersebut, dr. Muhammad Fadel Yudawa tampil unggul dan meyakinkan. Ia dinilai memiliki kombinasi lengkap: keilmuan yang kuat, gagasan visioner, serta pengalaman nyata dalam advokasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Keputusan terpilihnya dr. Muhammad Fadel Yudawa sebagai Direktur LKMI tidak berhenti pada hasil uji kelayakan semata. Pengesahan secara resmi dilakukan dalam rapat harian Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI ), yang menegaskan legitimasi penuh atas amanah yang kini diembannya.
Dengan pengesahan ini, kepemimpinannya memiliki dasar organisatoris yang kuat sekaligus menjadi simbol bahwa LKMI adalah bagian integral dari gerakan besar HMI. ”LKMI tidak boleh berhenti sebagai lembaga kaderisasi internal, tetapi harus tampil sebagai garda terdepan gerakan kesehatan umat,” ujarnya.
Ia merumuskan lima arah besar yang menjadi pijakan perjuangan LKMI ke depan. Pertama, transformasi gerakan. Mengadaptasi perkembangan zaman, termasuk digitalisasi layanan kesehatan.
Kedua, penguatan basis komunitas. Menghadirkan program promotif dan preventif langsung di tengah masyarakat. Ketiga, advokasi kebijakan publik. Memperjuangkan keadilan akses kesehatan sebagai isu moral dan kebangsaan.
Keputusan terpilihnya dr. Muhammad Fadel Yudawa sebagai Direktur LKMI tidak berhenti pada hasil uji kelayakan semata. Pengesahan secara resmi dilakukan dalam rapat harian Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI ), yang menegaskan legitimasi penuh atas amanah yang kini diembannya.
Dengan pengesahan ini, kepemimpinannya memiliki dasar organisatoris yang kuat sekaligus menjadi simbol bahwa LKMI adalah bagian integral dari gerakan besar HMI. ”LKMI tidak boleh berhenti sebagai lembaga kaderisasi internal, tetapi harus tampil sebagai garda terdepan gerakan kesehatan umat,” ujarnya.
Ia merumuskan lima arah besar yang menjadi pijakan perjuangan LKMI ke depan. Pertama, transformasi gerakan. Mengadaptasi perkembangan zaman, termasuk digitalisasi layanan kesehatan.
Kedua, penguatan basis komunitas. Menghadirkan program promotif dan preventif langsung di tengah masyarakat. Ketiga, advokasi kebijakan publik. Memperjuangkan keadilan akses kesehatan sebagai isu moral dan kebangsaan.
Lihat Juga :