CHANDI 2025 Ditutup, Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Pusat Diplomasi Budaya Dunia

Jum'at, 05 September 2025 - 14:02 WIB
Adapun ke-35 negara tersebut, di antaranya Republik Albania, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Republik Armenia, dan Republik Rakyat Bangladesh. Kemudian Republik Belarus, Kerajaan Belgia, Brunei Darussalam, Republik Bulgaria, Kerajaan Kamboja, dan Republik Fiji.

Selanjutnya Georgia, Republik Italia, Republik India, Republik Indonesia, Republik Islam Iran, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Demokratik Rakyat Laos, Negara Libya, dan Malaysia. Mongolia, Kesultanan Oman, Republik Islam Pakistan, Negara Palestina, Federasi Rusia, dan Republik Rwanda.

Kemudian Republik Serbia, Republik Singapura, Republik Siprus, Republik Arab Suriah, Republik Persatuan Tanzania, Kerajaan Thailand, Republik Tunisia, Republik Uzbekistan, Republik Bolivaria Venezuela, dan Republik Zimbabwe. Melalui deklarasi, para delegasi telah menekankan bahwa budaya merupakan pilar pembangunan berkelanjutan.

Sekaligus ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim, menegaskan pentingnya integrasi dalam strategi nasional, pemanfaatan pengetahuan tradisional untuk keanekaragaman hayati dan adaptasi masyarakat. ”Serta meneguhkan diplomasi budaya sebagai jembatan perdamaian, dialog, dan pemahaman satu sama lain,” jelasnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, mulai 3-5 September 2025, perhelatan CHANDI 2025 menghadirkan pertemuan para menteri, duta besar, seniman, budayawan, dan pakar dari berbagai negara. Forum ini membahas isu-isu strategis terkait pelestarian warisan budaya, diplomasi budaya, pembiayaan untuk masa depan kebudayaan, penguatan aksi iklim berbasis budaya, serta inovasi dalam bidang seni dan media.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!