Pengamat Ini Soroti Fenomena Geng Solo dan Loyalitas Ganda dalam Lingkaran Kekuasaan
Selasa, 02 September 2025 - 22:52 WIB
“Rakyat melihat pejabat sibuk dengan gaya hidup yang tampak berjarak, sementara mereka sendiri menghadapi beban pajak dan kesulitan ekonomi. Ketidakpekaan ini bisa memperbesar kekecewaan rakyat,” ungkapnya.
Kekecewaan yang tidak direspons dengan baik dapat berubah menjadi energi kolektif yang turun ke jalan. Dia menilai aksi massa yang terjadi belakangan harus dipahami bukan sekadar peristiwa spontan melainkan reaksi atas akumulasi perasaan publik terhadap kebijakan dan sikap elite.
“Di situlah pemerintah harus hadir. Jangan sampai rakyat merasa sendiri, sementara elite politik sibuk menjaga kepentingannya masing-masing,” ujarnya.
Pangi menekankan pentingnya ketegasan Presiden Prabowo Subianto untuk meredam kegaduhan politik sekaligus memastikan arah kepemimpinan tetap tunggal. “Presiden harus memberi garis tegas agar tidak muncul kesan adanya matahari kembar. Negara harus tampil solid, karena hanya dengan begitu rakyat bisa merasa tenang,” katanya.
Kekecewaan yang tidak direspons dengan baik dapat berubah menjadi energi kolektif yang turun ke jalan. Dia menilai aksi massa yang terjadi belakangan harus dipahami bukan sekadar peristiwa spontan melainkan reaksi atas akumulasi perasaan publik terhadap kebijakan dan sikap elite.
“Di situlah pemerintah harus hadir. Jangan sampai rakyat merasa sendiri, sementara elite politik sibuk menjaga kepentingannya masing-masing,” ujarnya.
Pangi menekankan pentingnya ketegasan Presiden Prabowo Subianto untuk meredam kegaduhan politik sekaligus memastikan arah kepemimpinan tetap tunggal. “Presiden harus memberi garis tegas agar tidak muncul kesan adanya matahari kembar. Negara harus tampil solid, karena hanya dengan begitu rakyat bisa merasa tenang,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :