Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf
Minggu, 24 Agustus 2025 - 18:06 WIB
"Kasus ini menjadi sebuah pembelajaran sekaligus bentuk perhatian positif untuk UI agar lebih selektif dan sensitif dalam mempertimbangkan berbagai aspek saat mengundang akademisi internasional pada masa yang akan datang," ujar dia.
Arie juga menambahkan, hadirnya Peter dalam kegiatan itu bertujuan untuk menambah ilmu dalam bidang sains, sosial humaniora, teknologi, teknik, dan matematika bagi para mahasiswa pascasarjana dengan menghadirkan profesor dari universitas terkemuka. Peter dinilai paling mumpuni untuk menyampaikan orasi ilmiah terkait bidang tersebut.
"Tidak ada maksud lain dalam memberikan kesempatan kepada kedua tokoh tersebut berorasi selain untuk kepentingan akademik," ujar dia.
Terkait latar belakang dari Peter, UI mengakui kesalahan dan tidak hati-hati serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Peristiwa serupa diharapkan tak terjadi lagi di kemudian hari.
"Dengan segala kerendahan hati UI mengakui kurang hati-hati, dan untuk itu UI meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekhilafan dalam kekurangcermatan saat melakukan background check terhadap yang bersangkutan," jelas dia.
Arie juga menambahkan, hadirnya Peter dalam kegiatan itu bertujuan untuk menambah ilmu dalam bidang sains, sosial humaniora, teknologi, teknik, dan matematika bagi para mahasiswa pascasarjana dengan menghadirkan profesor dari universitas terkemuka. Peter dinilai paling mumpuni untuk menyampaikan orasi ilmiah terkait bidang tersebut.
"Tidak ada maksud lain dalam memberikan kesempatan kepada kedua tokoh tersebut berorasi selain untuk kepentingan akademik," ujar dia.
Terkait latar belakang dari Peter, UI mengakui kesalahan dan tidak hati-hati serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Peristiwa serupa diharapkan tak terjadi lagi di kemudian hari.
"Dengan segala kerendahan hati UI mengakui kurang hati-hati, dan untuk itu UI meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekhilafan dalam kekurangcermatan saat melakukan background check terhadap yang bersangkutan," jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :