Buku Jokowi’s White Paper Bakal Dijual ke 25 Negara, Dokter Tifa Sebut Amerika hingga Belanda
Kamis, 21 Agustus 2025 - 21:11 WIB
"25 negara itu (ada) pendukung kami ya, terutama para diaspora, para eksekutif, kemudian pembelajar juga, memang menjadi copartner kami ya, dalam soal ijazah," tuturnya.
Dia menambahkan, buku tersebut bakal dijual dalam dua versi, versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Versi bahasa Inggris itu yang bakal dijual secara internasional ke 25 negara.
Baca juga: Dokter Tifa Dicecar 79 Pertanyaan Penyidik terkait Kasus Ijazah Jokowi
Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu hingga kini, dia mengklaim buku tersebut sudah banyak yang memesan. "Buku ini isinya penelitian kami yang membuat masyarakat cerdas dan setiap orang yang memiliki buku ini akan bisa melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen. Jadi ilmu ini kami sebarkan, supaya jangan cuma kami bertiga yang punya ilmu ini, tapi seluruh masyarakat Indonesia juga bisa melakukan verifikasi," tuturnya.
"Supaya tidak terjadi preseden berikutnya, supaya tidak terjadi ada orang yang pengen jadi presiden, pengen jadi gubernur, pengen jadi wali kota, maju dengan ijazah atau dokumen tidak autentik. Buku itu yang nanti akan menjadi panduan untuk setiap masyarakat itu bisa melakukan verifikasi terhadap setiap dokumen yang kita rasa janggal atau tidak autentik," pungkasnya.
Dia menambahkan, buku tersebut bakal dijual dalam dua versi, versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Versi bahasa Inggris itu yang bakal dijual secara internasional ke 25 negara.
Baca juga: Dokter Tifa Dicecar 79 Pertanyaan Penyidik terkait Kasus Ijazah Jokowi
Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu hingga kini, dia mengklaim buku tersebut sudah banyak yang memesan. "Buku ini isinya penelitian kami yang membuat masyarakat cerdas dan setiap orang yang memiliki buku ini akan bisa melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen. Jadi ilmu ini kami sebarkan, supaya jangan cuma kami bertiga yang punya ilmu ini, tapi seluruh masyarakat Indonesia juga bisa melakukan verifikasi," tuturnya.
"Supaya tidak terjadi preseden berikutnya, supaya tidak terjadi ada orang yang pengen jadi presiden, pengen jadi gubernur, pengen jadi wali kota, maju dengan ijazah atau dokumen tidak autentik. Buku itu yang nanti akan menjadi panduan untuk setiap masyarakat itu bisa melakukan verifikasi terhadap setiap dokumen yang kita rasa janggal atau tidak autentik," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :