Amien Rais Segera Deklarasikan Partai Baru Berasas Islam Rahmatan Lil 'Alamin, Ini Respons PAN
Jum'at, 11 September 2020 - 00:20 WIB
Namun, menurut Yoga, kalaupun ada efek elektoral, getarannya sangat kecil alias nonsignifikan. "Mengapa? Pertama, karena masyarakat akan menilai bahwa itu adalah partai politik baru, bukan PAN yang asli. Tetapi partai politik baru yang ingin mendapatkan efek elektoral dari nama PAN. Mungkin berbeda dengan kasus berdirinya Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Meski para tokoh pimpinan partai politik baru itu adalah mantan kader Golkar, tetapi mereka tidak ingin atau tidak berharap akan mengeruk efek elektoral dari Golkar. Mereka percaya diri atas partai politik baru yang didirikan itu," jelasnya dalam siaran persnya, Kamis (10/9/2020) malam.
(Baca juga: Amien Rais Umumkan Partai Baru, Asasnya Islam Rahmatan Lil 'Alamin ).
Kedua, lanjut Yoga, dalam kondisi saat ini upaya untuk membangun party identity membutuhkan perjuangan dan sumber daya partai yang besar. Suatu partai politik baru di tengah politik kontemporer mesti berjuang untuk membangun infrastruktur partai, menyiapkan pengurus dan kader militan, harus lolos sebagai peserta pemilu, serta harus lolos parliamentary threshold yang setiap pemilu angkanya semakin naik sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu.
"Karena pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat, tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru. Jika ada yang bergabung kemungkinan hanya kecil saja. Tidak signifikan," katanya.
(Baca juga: Soal Nama dan Logo Partai Barunya, Amien Rais: Mohon Bersabar ).
(Baca juga: Amien Rais Umumkan Partai Baru, Asasnya Islam Rahmatan Lil 'Alamin ).
Kedua, lanjut Yoga, dalam kondisi saat ini upaya untuk membangun party identity membutuhkan perjuangan dan sumber daya partai yang besar. Suatu partai politik baru di tengah politik kontemporer mesti berjuang untuk membangun infrastruktur partai, menyiapkan pengurus dan kader militan, harus lolos sebagai peserta pemilu, serta harus lolos parliamentary threshold yang setiap pemilu angkanya semakin naik sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu.
"Karena pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat, tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru. Jika ada yang bergabung kemungkinan hanya kecil saja. Tidak signifikan," katanya.
(Baca juga: Soal Nama dan Logo Partai Barunya, Amien Rais: Mohon Bersabar ).
Lihat Juga :