L20 Summit 2025 Dibuka, Serikat Buruh Dorong Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Rentan
Senin, 28 Juli 2025 - 21:55 WIB
Ketua Umum Serikat Pekerja IMPPI William Yani Wea menegaskan, G20 tidak boleh menjadi forum elitis yang hanya menguntungkan negara-negara maju dan korporasi besar.
Baca juga: SP PLN Sambut Baik Putusan MK soal UU Cipta Kerja
“Kami mendorong agar serikat pekerja tidak hanya jadi pendengar simbolik, tapi menjadi mitra sejajar dalam menyusun arah kebijakan global. Negara-negara berkembang, termasuk pekerjanya, punya hak atas pemulihan ekonomi yang adil,” kata William, Senin (28/7/2025).
William juga menyuarakan keprihatinannya atas ketimpangan kebijakan global. Dia mendesak G20 agar tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadikan pekerja sebagai subjek utama pembangunan. "Negara berkembang seperti Indonesia tidak bisa terus dibebani oleh skema yang berat sebelah,” tegasnya.
Isu yang menjadi perhatian utama dalam hari pertama L20 Summit antara lain, ketimpangan pemulihan pascapandemi, krisis geopolitik yang mengancam stabilitas global, serta perlunya transisi hijau yang adil.
Dalam diskusi bertema "Kebijakan Industri Hijau dan Transisi yang Adil", delegasi Indonesia juga menyuarakan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor terdampak seperti tambang dan energi fosil.
Baca juga: SP PLN Sambut Baik Putusan MK soal UU Cipta Kerja
“Kami mendorong agar serikat pekerja tidak hanya jadi pendengar simbolik, tapi menjadi mitra sejajar dalam menyusun arah kebijakan global. Negara-negara berkembang, termasuk pekerjanya, punya hak atas pemulihan ekonomi yang adil,” kata William, Senin (28/7/2025).
William juga menyuarakan keprihatinannya atas ketimpangan kebijakan global. Dia mendesak G20 agar tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadikan pekerja sebagai subjek utama pembangunan. "Negara berkembang seperti Indonesia tidak bisa terus dibebani oleh skema yang berat sebelah,” tegasnya.
Isu yang menjadi perhatian utama dalam hari pertama L20 Summit antara lain, ketimpangan pemulihan pascapandemi, krisis geopolitik yang mengancam stabilitas global, serta perlunya transisi hijau yang adil.
Dalam diskusi bertema "Kebijakan Industri Hijau dan Transisi yang Adil", delegasi Indonesia juga menyuarakan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor terdampak seperti tambang dan energi fosil.
Lihat Juga :