Kemlu: Masih Ada 15 WNI di Perbatasan Thailand-Kamboja
Senin, 28 Juli 2025 - 07:06 WIB
Sekadar informasi, Kamboja dan Thailand masih melancarkan serangan artileri di wilayah perbatasan yang disengketakan pada, Minggu (27/7/2025).
Kontak senjata tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan para pemimpin kedua negara telah sepakat untuk mengupayakan gencatan senjata. Kamboja menyatakan mendukung gencatan senjata.
Sementara itu, Thailand tidak dapat memulai perundingan karena Kamboja dinilai masih menargetkan warga sipilnya, sebuah klaim yang dibantah oleh Phnom Penh.
"Syarat kami adalah kami tidak menginginkan negara ketiga, tetapi berterima kasih atas perhatiannya (Trump)," ujar Penjabat Perdana Menteri (PM) Thailand Phumtham Wechayachai kepada para wartawan sebelum mengunjungi wilayah perbatasan.
"Kami telah mengusulkan pertemuan bilateral antara menteri luar negeri kami untuk menyelesaikan persyaratan gencatan senjata dan menarik mundur pasukan serta senjata jarak jauh," tuturnya.
Kontak senjata tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan para pemimpin kedua negara telah sepakat untuk mengupayakan gencatan senjata. Kamboja menyatakan mendukung gencatan senjata.
Sementara itu, Thailand tidak dapat memulai perundingan karena Kamboja dinilai masih menargetkan warga sipilnya, sebuah klaim yang dibantah oleh Phnom Penh.
"Syarat kami adalah kami tidak menginginkan negara ketiga, tetapi berterima kasih atas perhatiannya (Trump)," ujar Penjabat Perdana Menteri (PM) Thailand Phumtham Wechayachai kepada para wartawan sebelum mengunjungi wilayah perbatasan.
"Kami telah mengusulkan pertemuan bilateral antara menteri luar negeri kami untuk menyelesaikan persyaratan gencatan senjata dan menarik mundur pasukan serta senjata jarak jauh," tuturnya.
(shf)
Lihat Juga :