Prabowo: Pasal 33 Ini Senjata Pamungkas!

Rabu, 23 Juli 2025 - 23:22 WIB
"Sampai saya merasa perlu ada istilah baru, ini bukan mazhab neolib atau pasar bebas, atau capital, ini mazhab serakahnomics, tolong kawan-kawan kita yang di universitas-universitas itu yang pintar-pintar tolong buka bidang studi serakahnomics," tandasnya.

Presiden menambahkan, hari ini dirinya merasa berbesar hati lantaran kiai-kiai bersamanya.

"Karena mereka-mereka penganut mazhab serakahnomics ini bandel bandel, ada wartawan enggak boleh ngomong, Presiden harus bicara sopan-sopan tapi karena PKB dan NU ya harus ke bawah ya kan? Bener enggak? Kalian ngerti bahasa rakyat, bahasa jalan, kalian ngerti," sebutnya.

"Kalau saya bicara bahasa akademis. (Gaya serius) Saudara-saudara sekalian perkembangan ekonomi kita penuh dengan anomali-anomali (tepuk tangan) kalian ngerti nggak? (Enggak) Pasti diantara kalian ngomongnya nggak mudeng ini, opo, anomali-anomali. Nyuri gitu loh garong kalian ngerti kan, ngerampok. Sorry ye. Saya suka dengan filosofi NU, NU tidak kemana-mana tapi NU ada di mana-mana," tegasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!