Wujudkan Indonesia Emas 2045, Unhan Komitmen Tingkatkan Kualitas Dosen
Jum'at, 18 Juli 2025 - 20:56 WIB
“Untuk bisa bersaing di tingkat global, kami harus mulai dari dalam. Dosen adalah ujung tombak,” jelas Toro.
Atas dasar itu, Toro menekankan pentingnya transformasi kualitas dosen di Unhan melalui tiga aspek utama atau Trikuda World. Pertama, Sistem Informasi Mutu Dosen (SIMDosen) yakni, sistem berbasis digital yang memetakan kinerja, kualifikasi, dan capaian dosen secara akurat.
Baca juga: SBY Diminta Prabowo Berpidato di Pembukaan Kampus Unhan: Perintah Panglima Tertinggi Saya Siap
Toro menyebut, saat ini tercatat ada 578 dosen di Unhan. Dengan sistem ini akan diketahui mana dosen yang linear dan tidak. ”Sistem ini memberikan suatu data, saran, solusi, dan masukan kepada pimpinan dalam hal ini rektor. Selanjutnya, rektor akan mengambil kebijakan apa yang tepat untuk meningkatkan kualitas dosen tersebut,” ujarnya.
Kedua, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Menurut Toro, kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri pertahanan dan tantangan global nyata.
“Kami tidak mencetak sarjana biasa, melainkan pemimpin strategis masa depan. Ini akan segera diterapkan, kita sudah membuat drafnya, sesuai amanah Dikti sudah harus diterapkan pada Agustus 2025,” kata Toro.
Atas dasar itu, Toro menekankan pentingnya transformasi kualitas dosen di Unhan melalui tiga aspek utama atau Trikuda World. Pertama, Sistem Informasi Mutu Dosen (SIMDosen) yakni, sistem berbasis digital yang memetakan kinerja, kualifikasi, dan capaian dosen secara akurat.
Baca juga: SBY Diminta Prabowo Berpidato di Pembukaan Kampus Unhan: Perintah Panglima Tertinggi Saya Siap
Toro menyebut, saat ini tercatat ada 578 dosen di Unhan. Dengan sistem ini akan diketahui mana dosen yang linear dan tidak. ”Sistem ini memberikan suatu data, saran, solusi, dan masukan kepada pimpinan dalam hal ini rektor. Selanjutnya, rektor akan mengambil kebijakan apa yang tepat untuk meningkatkan kualitas dosen tersebut,” ujarnya.
Kedua, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Menurut Toro, kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri pertahanan dan tantangan global nyata.
“Kami tidak mencetak sarjana biasa, melainkan pemimpin strategis masa depan. Ini akan segera diterapkan, kita sudah membuat drafnya, sesuai amanah Dikti sudah harus diterapkan pada Agustus 2025,” kata Toro.
Lihat Juga :