Prabowo Rampungkan Lawatan 15 Hari ke Sejumlah Negara, Apa Saja Hasilnya?

Rabu, 16 Juli 2025 - 17:35 WIB
Selain Arab Saudi, Prabowo juga menyebutkan penguatan hubungan dengan negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania. "Di beberapa bidang kita juga sangat erat kerjasama dengan Arab Saudi, dengan negara-negara saudara-saudara kita di Timur Tengah, Mesir, Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Jordan, sangat-sangat sinkron bersama kita."

Diplomasi Ekonomi di Brasil dan Eropa

Seusai forum BRICS, Prabowo melanjutkan kunjungan resmi ke Republik Federasi Brasil dan bertemu Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, terutama mengingat kedua negara memiliki potensi besar di sektor hutan tropis dan sumber daya alam.

"Brasil dan Indonesia sama-sama negara sangat besar, memiliki hutan tropis yang sangat besar, bisa dikatakan paru-paru dunia, kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar. Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil, jadi ini kita ingin tingkatkan,” kata Prabowo.

Lawatan Prabowo juga menyentuh Eropa. Di Inggris, dia melakukan lobi informal dengan sejumlah pejabat membahas isu-isu global seperti konflik di Gaza dan Ukraina. "Yang di Inggris saya ketemu beberapa pejabat secara informal, tapi kita lobby, kita bahas soal Gaza, soal Ukraine, dan sebagainya," kata Prabowo.

Di Brussels, Belgia, Prabowo juga menghadiri pertemuan penting dengan Uni Eropa yang akhirnya menghasilkan terobosan besar. "Kemudian saya hadir di Brussels, di Uni Eropa itu ada terobosan luar biasa, setelah 10 tahun perundingan alot, akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang itu sama dengan Free Trade Agreement."

Dengan kesepakatan CEPA, tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa akan diturunkan hingga nol persen, membuka peluang besar bagi ekspor dan transfer teknologi. “Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0% tarif mereka juga, jadi kita sangat ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan, kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar, jadi ini simbiosis."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!