Wujudkan Masjid Jadi Pusat Pembinaan Keluarga, Kemenag Luncurkan Program Foremost
Rabu, 09 Juli 2025 - 07:11 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meluncurkan Program Foremost untuk mewujudkan masjid sebagai pusat pembinaan keluarga. Foto/istimewa
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Family Orientation at the Mosque’s Site (Foremost) sebagai strategi baru pembinaan keluarga berbasis masjid. Program ini merupakan upaya jangka panjang Kemenag dalam memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat ketahanan keluarga.
“Masjid harus kita reorientasikan sebagai pusat pemulihan jiwa dan pembentukan karakter umat. Dalam konteks itu, keluarga adalah pilar utama,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menutup kegiatan Saraloka Kemasjidan dan Kick-Off Program Foremost, di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Menag menilai, krisis spiritual dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini tidak bisa hanya diatasi melalui pendekatan sektoral. Diperlukan peran strategis institusi keagamaan, terutama masjid, untuk menjangkau langsung keluarga sebagai inti masyarakat. “Masjid bukan hanya tempat salat. Masjid harus menjadi pusat layanan spiritual, edukasi, konseling, dan pembinaan keluarga,” tegasnya.
Baca juga: Wamenag Minta Masjid Tak Hanya Jadi Tempat Ibadah Tapi Juga Pusat Pembinaan Umat
Menag berharap, setiap masjid dapat menjadi tempat service rohani, ruang pemulihan batin, dan penguatan moral umat. “Mari kita ubah cara pandang terhadap masjid. Dari tempat ritual menjadi pusat peradaban. Dari tempat berkumpul menjadi ruang membina dan menyatukan,” ucapnya.
“Masjid harus kita reorientasikan sebagai pusat pemulihan jiwa dan pembentukan karakter umat. Dalam konteks itu, keluarga adalah pilar utama,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menutup kegiatan Saraloka Kemasjidan dan Kick-Off Program Foremost, di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Menag menilai, krisis spiritual dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini tidak bisa hanya diatasi melalui pendekatan sektoral. Diperlukan peran strategis institusi keagamaan, terutama masjid, untuk menjangkau langsung keluarga sebagai inti masyarakat. “Masjid bukan hanya tempat salat. Masjid harus menjadi pusat layanan spiritual, edukasi, konseling, dan pembinaan keluarga,” tegasnya.
Baca juga: Wamenag Minta Masjid Tak Hanya Jadi Tempat Ibadah Tapi Juga Pusat Pembinaan Umat
Menag berharap, setiap masjid dapat menjadi tempat service rohani, ruang pemulihan batin, dan penguatan moral umat. “Mari kita ubah cara pandang terhadap masjid. Dari tempat ritual menjadi pusat peradaban. Dari tempat berkumpul menjadi ruang membina dan menyatukan,” ucapnya.
Lihat Juga :