Bisnis yang Melampaui Pencapaian Profit
Sabtu, 05 Juli 2025 - 06:58 WIB
Kedua, mereka dikelola untuk kepentingan semua pemangku kepentingan. Pemimpin perusahaan berusaha mengoptimalkan kesehatan ekosistem secara keseluruhan, dengan mengakui keterhubungan dan saling ketergantungan semua pemangku kepentingan.
Ketiga, selain sekadar mencapai keseimbangan penekanan yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan, para pemimpin berusaha untuk bergabung dan menyelaraskan kepentingan mereka. Bisnis perlu dikonfigurasi ulang agar dapat menjadi “permainan” yang positif.
Kempat, mereka tidak terlibat eksploitasi dalam bentuk apa pun, misalnya mengambil keuntungan dari beberapa pemangku kepentingan untuk memajukan kepentingan orang lain atau mempermainkan ketakutan dan kecanduan orang. Mereka memandang kesejahteraan setiap pemangku kepentingan sebagai tujuan itu sendiri, bukan hanya sebagai sarana untuk lebih memuaskan investor.
Kelima, masyarakat dipandang sebagai pemangku kepentingan utama.Perusahaan memandang diri mereka sebagai perusahaan yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Mereka termotivasi oleh keinginan yang tulus untuk membantu memecahkan masalah masyarakat yang besar dalam kemitraan dengan pemerintah, perusahaan lain, dan organisasi nonpemerintah (LSM). Mereka tidak membebankan biaya kepada masyarakat, meskipun secara hukum hal itu diperbolehkan.
Keenam, mereka memperlakukan lingkungan sebagai pemangku kepentingan yang penting meskipun tidak terlibat dan bertanggung jawab atas dampak lingkungan mereka secara penuh. Paling tidak, tujuan mereka adalah untuk "tidak membahayakan" bumi.Idealnya, mereka berusaha untuk memberikan dampak positif bersih terhadap lingkungan.
Ketujuh, mereka mendekati pasar dengan berusaha untuk mengangkat alih-alih mengabaikanatau lebih buruk lagi, mengeksploitasi bagian masyarakat yang lebih miskin.
Terakhir, mereka percaya bahwa melakukan hal yang benar pada akhirnya akan mendatangkan hasil yang baik. Keuntungan dipandang sebagai hasil alami dari melakukan hal yang benar, bukan fokus tunggal dari semua kegiatan perusahaan.
Mereka memahami bahwa ketika sebuah perusahaan menyatakan tujuannya dalam bentuk memaksimalkan laba, hal itu menyebabkan semua pemangku kepentingan pada gilirannya berusaha untuk memaksimalkan laba mereka sendiri dengan memberi sesedikit mungkin dan mengambil sebanyak mungkin. Kinerja sistem akan cepat memburuk dan laba pun segera menguap.
Membangun bisnis yang berkesadaran, melampaui sekadar mencapai profit harus tetap diperjuangkan, baik bisnis yang sedang dibangun atau yang sedang bertransformasi menjadi berkesadaran. Bisnis yang kembali kepada hakiki yang sesungguhnya, untuk kesejahteraan bersama seluruh umat manusia.
Ketiga, selain sekadar mencapai keseimbangan penekanan yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan, para pemimpin berusaha untuk bergabung dan menyelaraskan kepentingan mereka. Bisnis perlu dikonfigurasi ulang agar dapat menjadi “permainan” yang positif.
Kempat, mereka tidak terlibat eksploitasi dalam bentuk apa pun, misalnya mengambil keuntungan dari beberapa pemangku kepentingan untuk memajukan kepentingan orang lain atau mempermainkan ketakutan dan kecanduan orang. Mereka memandang kesejahteraan setiap pemangku kepentingan sebagai tujuan itu sendiri, bukan hanya sebagai sarana untuk lebih memuaskan investor.
Kelima, masyarakat dipandang sebagai pemangku kepentingan utama.Perusahaan memandang diri mereka sebagai perusahaan yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Mereka termotivasi oleh keinginan yang tulus untuk membantu memecahkan masalah masyarakat yang besar dalam kemitraan dengan pemerintah, perusahaan lain, dan organisasi nonpemerintah (LSM). Mereka tidak membebankan biaya kepada masyarakat, meskipun secara hukum hal itu diperbolehkan.
Keenam, mereka memperlakukan lingkungan sebagai pemangku kepentingan yang penting meskipun tidak terlibat dan bertanggung jawab atas dampak lingkungan mereka secara penuh. Paling tidak, tujuan mereka adalah untuk "tidak membahayakan" bumi.Idealnya, mereka berusaha untuk memberikan dampak positif bersih terhadap lingkungan.
Ketujuh, mereka mendekati pasar dengan berusaha untuk mengangkat alih-alih mengabaikanatau lebih buruk lagi, mengeksploitasi bagian masyarakat yang lebih miskin.
Terakhir, mereka percaya bahwa melakukan hal yang benar pada akhirnya akan mendatangkan hasil yang baik. Keuntungan dipandang sebagai hasil alami dari melakukan hal yang benar, bukan fokus tunggal dari semua kegiatan perusahaan.
Mereka memahami bahwa ketika sebuah perusahaan menyatakan tujuannya dalam bentuk memaksimalkan laba, hal itu menyebabkan semua pemangku kepentingan pada gilirannya berusaha untuk memaksimalkan laba mereka sendiri dengan memberi sesedikit mungkin dan mengambil sebanyak mungkin. Kinerja sistem akan cepat memburuk dan laba pun segera menguap.
Membangun bisnis yang berkesadaran, melampaui sekadar mencapai profit harus tetap diperjuangkan, baik bisnis yang sedang dibangun atau yang sedang bertransformasi menjadi berkesadaran. Bisnis yang kembali kepada hakiki yang sesungguhnya, untuk kesejahteraan bersama seluruh umat manusia.
(shf)
Lihat Juga :