Peringati HUT ke-79 Polri, Polda Sulbar Persembahkan Puisi Bhayangkaraku
Jum'at, 04 Juli 2025 - 15:41 WIB
Berikut ini puisi “Bhayangkaraku”
“Kami bukan lahir di sini. Kami tidak memiliki garis keturunan panjang yang mengakar dalam sejarah tanah ini. Namun kami mencintai tanpa pamrih, merawat seolah-olah tanah ini adalah warisan darah kami sendiri.”
Namun, Sulawesi Barat bukanlah tanah yang miskin potensi. Wilayah ini dianugerahi alam yang subur, budaya yang kaya, dan warisan keterampilan yang mengagumkan.
“Tenun Kalumpang — helai yang bertutur, Sutra Mandar — indah terjalin di tangan, ditenun oleh hati yang terampil dan jujur, menjalin kisah warisan yang mahsyur.”
Di akhir narasi, seruan tegas namun lembut disampaikan: bahwa yang kurang bukanlah sumber daya atau semangat individu, melainkan tekad kolektif untuk bersatu demi masa depan bersama.
“Kami bukan lahir di sini. Kami tidak memiliki garis keturunan panjang yang mengakar dalam sejarah tanah ini. Namun kami mencintai tanpa pamrih, merawat seolah-olah tanah ini adalah warisan darah kami sendiri.”
Namun, Sulawesi Barat bukanlah tanah yang miskin potensi. Wilayah ini dianugerahi alam yang subur, budaya yang kaya, dan warisan keterampilan yang mengagumkan.
“Tenun Kalumpang — helai yang bertutur, Sutra Mandar — indah terjalin di tangan, ditenun oleh hati yang terampil dan jujur, menjalin kisah warisan yang mahsyur.”
Di akhir narasi, seruan tegas namun lembut disampaikan: bahwa yang kurang bukanlah sumber daya atau semangat individu, melainkan tekad kolektif untuk bersatu demi masa depan bersama.
Lihat Juga :