Teroris Beralih ke Ruang Siber, Kadensus 99 Banser: Tak Bisa Hanya Andalkan Penindakan

Sabtu, 07 Juni 2025 - 20:53 WIB
Secara konkret, Ahmad Bintang mendorong pemerintah dalam hal ini Densus 88, BNPT, serta pihak-pihak lain untuk terus menerus melakukan pendidikan kebangsaan dan ideologi Pancasila yang kuat di tingkat keluarga, sekolah, dan kampus.

Kemudian perlu dilakukan dan disosialisasikan Pendidikan Literasi Digital Kritis sehingga masyarakat paham konten-konten yang mempunyai narasi radikal dan intoleran yang menjurus kepada terorisme.

Selanjutnya, perlu ada sistem seleksi dan pengawasan yang ketat di lembaga-lembaga publik yang bersifat kenegaraan dan atau kegamaan. “Juga meneruskan dan tetap semakin digalakkan kampanye kontra narasi, di mana menyebarkan pesan-pesan toleransi, perdamaian, dan cinta Tanah Air di media sosial untuk melawan propaganda radikalisme,” jelasnya.

Jangan Pernah Lengah

Kadensus 99 Satkornas Banser Ahmad Bintang Irianto mengingatkan semua pihak agar tidak pernah lengah dalam menghadapi ancaman terorisme. Memang sepanjang tahun 2024-2025 kasus-kasus terorisme agak menurun.

Hal ini diperkuat Laporan Institute for Economics and Peace (IEP) bertajuk Global Terrorism Index (GTI) yang dijadikan BNPT sebagai referensi dalam melihat perkembangan upaya penanggulangan terorisme di Indonesia serta perumusan kebijakan. GTI menempatkan Indonesia pada level medium maupun law impact by terrorism dalam waktu beberapa tahun terakhir.

Melihat perkembangan kejadian penangkapan di Goa, Sulawesi Selatan dan di Kabupaten Purwerejo serta fakta-fakta lain di atas, kelompok intoleran terus menjadikan ruang siber menjadi arena dominan bagi perkembangan jaringan terorisme dan penyebaran paham radikal.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!