Hari Lanjut Usia Nasional, Perosi: 75% Lansia Indonesia Berisiko Osteoporosis

Minggu, 01 Juni 2025 - 19:53 WIB
Yauwanan menambahkan, perempuan dan individu berusia di atas 50 tahun tergolong kelompok dengan risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci pencegahan.

Sementara itu, Scientific & Nutrition Manager di Fonterra Brands Indonesia Haryadi Raharjo menjelaskan osteoporosis umumnya tidak menimbulkan gejala di tahap awal, namun bisa berdampak serius seperti patah tulang di usia lanjut.

“Menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot bukan hanya soal usia, tapi juga soal kebiasaan harian. Aktivitas fisik teratur dan pola makan bergizi seimbang, termasuk asupan kalsium, vitamin D, serta protein, sangat penting untuk mempertahankan kepadatan tulang,” terangnya.

Penelitian menunjukkan gaya hidup aktif disertai konsumsi nutrisi yang cukup dapat mengurangi risiko osteoporosis secara signifikan. Oleh sebab itu, edukasi tentang kesehatan tulang perlu terus digalakkan, khususnya di tengah tren populasi lansia yang terus meningkat di Indonesia.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dan Hari Susu Sedunia tahun ini menjadi momen yang tepat untuk kembali mengingatkan bahwa menjaga kekuatan tulang, sendi, dan otot adalah investasi penting demi masa tua yang aktif, mandiri dan sehat, tutupnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!