Hari Lanjut Usia Nasional, Perosi: 75% Lansia Indonesia Berisiko Osteoporosis

Minggu, 01 Juni 2025 - 19:53 WIB
Sekitar 75% warga lanjut usia (lansia) di Indonesia berisiko terhadap osteoporosis. Foto/istimewa
JAKARTA - Sekitar 75% warga lanjut usia (lansia) di Indonesia berisiko terhadap osteoporosis. Hal itu berdasarkan hasil pemindaian tulang (bone scan) yang dilakukan Anlene di 12 kota di Indonesia sepanjang Agustus 2024 hingga Mei 2025.

Osteoporosis adalah kondisi kronis yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Di Indonesia sendiri, dua dari lima orang diperkirakan berisiko mengalami kondisi ini, terutama pada kelompok usia di atas 50 tahun dan wanita pasca menopause.



"Penurunan kepadatan tulang secara perlahan sering kali tidak disadari, sehingga diagnosis biasanya baru dilakukan setelah terjadi fraktur atau patah tulang,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Tirza Z. Tamin, Minggu (1/6/2025).

Baca juga: Sambut Hari Lansia, 300 Warga Tanjung Priok Ikut Pemeriksaan Kesahatan Gratis

Tirza menekankan pencegahan harus dimulai lebih awal, bahkan sejak usia muda, dengan gaya hidup aktif dan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang baik bagi tulang. Menurut Tirza analisis dari pemeriksaan tulang juga mengungkap lansia yang jarang berolahraga dan tidak mengonsumsi makanan tinggi kalsium memiliki risiko lebih besar terhadap osteoporosis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!