Perhotelan Terimbas Efisiensi Anggaran, PHRI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 12:15 WIB
Dia mencontohkan kondisi di Bali. Menjamurnya vila dan homestay ilegal menyebabkan penurunan tingkat hunian hotel. Wisatawan asing lebih banyak memilih jasa akomodasi ilegal sebagai tempat tinggal sementara selama liburan.

“Vila ilegal berdampak besar terhadap hotel dan akomodasi legal. Permintaan terserap ke sana. Saya juga belum melihat adanya upaya serius dari pemerintah daerah Bali untuk mengatasi ini,” ucapnya.

Hariyadi berharap pemerintah segera melakukan percepatan dalam eksekusi kebijakan anggaran. Meski saat ini sudah ada pelonggaran di beberapa institusi pemerintah untuk mengadakan kegiatan di hotel, implementasinya masih belum signifikan.

“Sebaiknya kalau prioritasnya sudah ditentukan, segera dieksekusi. Jangan ditunda-tunda. Intinya, kegiatan bisa berjalan kalau anggaran sudah tersedia. Kemarin memang anggarannya nihil, jadi kegiatan di hotel tidak bisa dilakukan. Sekarang mulai bertahap dilonggarkan, tapi di lapangan untuk bulan Mei masih sedikit. Kita belum tahu bagaimana kondisi pada Juni,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!