BPMI MoU Program Peduli Thalasemia Dalam Penguatan Halal dan Kesehatan
Minggu, 27 April 2025 - 16:26 WIB
Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menginisiasi kolaborasi strategis Program Peduli Thalasemia di Jakarta. Foto/Ist
JAKARTA - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menginisiasi kolaborasi strategis Program Peduli Thalasemia di ruang VVIP Masjid Istiqlal, Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat.
Nasaruddin Umar mengatakan, pentingnya masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi sebagai pusat edukasi dan layanan sosial masyarakat, termasuk dalam isu kesehatan. Program tersebut mengedepankan prinsip halal dan thayyib pada produk herbal yang mendukung terapi thalasemia, seperti BRAZ 131.
Baca juga: Paskah 2025, Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir bagi Jemaat Gereja Katedral Jakarta
"Masjid tak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat peradaban dan kepedulian terhadap sesama, kami harap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi generasi muda bangsa. Kami memastikan keamanan, kehalalan, dan kebermanfaatan produk, sinergi riset dan inovasi halal di bidang farmasi akan menekankan aspek etika, kemaslahatan, dan keberlanjutan," ujar Nasaruddin yang juga menjabat Menteri Agama (Menag) dalam keterangannya, Minggu (27/4/2025).
Nasaruddin Umar mengatakan, pentingnya masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi sebagai pusat edukasi dan layanan sosial masyarakat, termasuk dalam isu kesehatan. Program tersebut mengedepankan prinsip halal dan thayyib pada produk herbal yang mendukung terapi thalasemia, seperti BRAZ 131.
Baca juga: Paskah 2025, Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir bagi Jemaat Gereja Katedral Jakarta
"Masjid tak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat peradaban dan kepedulian terhadap sesama, kami harap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi generasi muda bangsa. Kami memastikan keamanan, kehalalan, dan kebermanfaatan produk, sinergi riset dan inovasi halal di bidang farmasi akan menekankan aspek etika, kemaslahatan, dan keberlanjutan," ujar Nasaruddin yang juga menjabat Menteri Agama (Menag) dalam keterangannya, Minggu (27/4/2025).
Lihat Juga :