Ketua DPP Perindo: Ekosistem Politik Masih Belum Ramah Perempuan

Sabtu, 26 April 2025 - 18:23 WIB
Pada kesempatan itu, Sri Gusni mengapresiasi keterbukaan Kampus seperti Universitas Indonesia (UI) yang inisiatif dan terbuka berdialog dengan partai politik seperti Perindo. Dia pun mengatakan hal semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman terhadap praktik politik yang sehat. “Terima kasih karena ramah terhadap kami-kami yang memilih untuk berpolitik.”

Meski begitu, Sri Gusni menyoroti tantangan besar yang dihadapi perempuan dalam politik. Dia mengingatkan budaya politik yang timpang terhadap perempuan sudah mengakar dan bertahan hingga kini. Dia mengingatkan masalah penerapan kuota 30% perempuan dalam daftar calon legislatif. Meski di atas kertas terlihat progresif, dalam praktiknya, perempuan sering hanya dipenuhi sebagai syarat administratif.

Baca juga: Resmi Pimpin Partai Perindo Maluku, Welhelm Daniel Kurnala Targetkan 1 Fraksi di Pileg 2029

“Faktanya kita kadang sudah dihadapkan ketika masa Pemilu, tadi 30% ada kuota perempuan dan itu terjadi ketika pengalaman di 2024 dan mungkin pengalaman di 2019 dan 2024 itu masih banyak sangat terjadi di partai politik,” katanya.

Sri Gusni juga menekankan perempuan harus didorong menempati posisi strategis, bukan sekadar mengisi kuota saja. “Kalau dibilang bukan hanya sekadar diberi kuota atau diberi ruang, tapi benar-benar diberi posisi yang memang strategis posisi inti dalam sebuah partai politik,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!